Tutup Iklan X

Bupati Ipuk Apresiasi Inovasi Siswa SMPN 3 Banyuwangi, Sampah Disulap Jadi Pupuk dan Produk Ekonomis.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan Siswa SMPN 3 Banyuwangi. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular kini telah diterapkan hingga tingkat sekolah. Salah satu contohnya terlihat di SMP Negeri 3 Banyuwangi yang berhasil mengelola sampah secara terstruktur, berkelanjutan, sekaligus mengembangkan bank sampah yang dikelola langsung oleh para siswa.

Lingkungan sekolah tersebut menghadirkan suasana asri layaknya hutan kota. Pepohonan besar yang rindang menaungi area sekolah, sementara daun dan ranting yang sebelumnya dianggap limbah kini diolah menjadi sumber nilai ekonomi.

Para siswa bersama tenaga pendidik mampu mengolah sampah organik seperti daun kering dan ranting menjadi berbagai produk bermanfaat. Selain itu, sisa makanan dari aktivitas siswa juga dikumpulkan untuk diolah lebih lanjut.

Di area belakang bangunan utama sekolah, para siswa yang aktif dalam kegiatan ini rutin memproses sampah setiap hari. Tahap pengolahan dilakukan mulai dari pengumpulan bahan, pengomposan setengah matang, hingga menjadi kompos siap pakai yang kemudian dikemas sebagai pupuk organik berkualitas.

Baca juga :  Seblang Olehsari Banyuwangi 2026 Digelar 7 Hari, Ritual Sakral Warisan Leluhur Sedot Wisatawan.

Produk pupuk hasil olahan tersebut bahkan telah dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan. Tidak hanya itu, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah.

“Sisa makanan dari MBG juga kami kelola sebagai pakan maggot. Hasilnya kemudian digunakan untuk pakan ikan nila yang ada di kolam sekolah,” cerita M. Fadil siswa kelas 8 setempat yang aktif mengelola sampah kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mengunjungi sekolah tersebut, Selasa (7/4/2026).

Fadil mengaku telah mengikuti kegiatan tersebut sejak duduk di bangku kelas 7. Ia tertarik karena memiliki minat pada bidang pertanian.

“Sejak kelas 7 sudah ikut mengelola sampah. Di rumah juga suka tanam-tanam, jadi senang bisa praktek langsung di sekolah,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan sekolah tersebut. Ia berharap program serupa dapat diterapkan di sekolah lain sebagai bagian dari edukasi lingkungan yang berkelanjutan.

Baca juga :  Pemkab Banyuwangi Resmikan Embung Lider di Songgon, Perkuat Irigasi 636 Hektare Sawah.

“Ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Tinggal terus dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Ipuk saat saat mengunjungi SMPN 3 Banyuwangi, Selasa (7/4/2026).

“Ini bisa menjadi role model. Sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” imbuh Ipuk.

SMPN 3 Banyuwangi sendiri dikenal sebagai sekolah berprestasi, salah satunya dengan meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri sebagai predikat tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan.

“Sekolah kami juga sebagai sekolah pelopor yang mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen ke dalam kurikulum pembelajaran. Kami juga memiliki fasilitas “Geopark Corner,” Duta Geopark, dan modul pembelajaran khusus, serta pernah dikunjungi asesor UNESCO dan Badan Geologi,” terang Holilik, Kepala Sekolah SMPN 3 Banyuwangi. (Redaksi)