Tutup Iklan X

Warga Pungut Sampah di Pantai Satelit Muncar, Persoalan Limbah Pesisir Masih Jadi Sorotan.

Tumpukan sampah yang mengotori garis pantai Satelit Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Aktivitas seorang warga yang memulung sampah bernilai ekonomi di kawasan Pantai Satelit Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menyoroti persoalan serius pencemaran pesisir. Sampah yang terbawa arus sungai hingga ke laut masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya teratasi di wilayah tersebut, Rabu 15/4/2026.

Tumpukan sampah yang mengotori garis pantai didominasi limbah rumah tangga, terutama plastik, yang terbawa dari aliran sungai menuju laut. Kondisi ini tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga berdampak pada ekosistem pesisir dan aktivitas masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan masuknya sampah ke laut. Salah satunya dengan menggandeng sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) dan komunitas lingkungan, termasuk pemasangan jaring penahan sampah di beberapa aliran sungai.

Langkah tersebut dinilai cukup membantu mengurangi sampah yang mengalir ke laut. Bahkan, hingga 2025 tercatat puluhan jaring penghalang telah dipasang dan mampu mengangkat ratusan ton sampah dari sungai di Banyuwangi .

Baca juga :  Remaja 14 Tahun Asal Tegalsari Banyuwangi Tenggelam di Sungai Setail Saat Mandi Bersama Teman.

Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif. Tingginya volume sampah saat musim hujan dan banjir membuat jaring penahan tidak mampu menampung seluruh limbah yang terbawa arus. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya juga menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut.

Fenomena “musim sampah” di wilayah pesisir Banyuwangi sendiri kerap terjadi saat musim penghujan, ketika debit air sungai meningkat dan membawa limbah dari daratan ke laut .

Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh agar permasalahan sampah pesisir dapat ditangani secara berkelanjutan. (Redaksi)