Bau Busuk Menyengat di Rumah Kosong Warga Wongsorejo, Ternyata Jasad Pria Berusia 46 Tahun.

BANYUWANGIHITS.ID – Warga Dusun Badolan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah rumah kosong pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban diketahui bernama Nuryanto (46), warga Desa Curahjati, Kecamatan Purwoharjo.
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan seorang buruh tani yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi. Bau menyengat tersebut akhirnya mengarah pada penemuan jasad korban di dalam rumah kosong milik warga yang sedang berada di luar daerah.
Kapolsek Wongsorejo bersama anggota langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan korban dalam kondisi tergeletak di kamar depan rumah.
Berdasarkan keterangan saksi, awalnya Budi Wantoro (35) yang sedang bekerja di lahan dekat lokasi mencium bau seperti bangkai sekitar pukul 07.00 WIB. Karena merasa tidak nyaman, ia berpindah tempat. Namun, setelah selesai bekerja sekitar pukul 10.30 WIB, ia kembali penasaran dan mengajak warga untuk mengecek sumber bau tersebut.
Warga kemudian mendatangi Ketua RT setempat, Nyadi Prayitno (50), sebelum bersama-sama membuka rumah kosong tersebut. Saat diperiksa, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
Petugas dari Polsek Wongsorejo bersama tenaga medis Puskesmas Bajulmati langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari tiga hingga empat hari, terlihat dari kondisi tubuh yang sudah membusuk, mengembang, serta banyak lalat di sekitar jenazah.
“Seluruh proses produksi gerbong tersebut dikerjakan sepenuhnya di pabrik PT INKA Banyuwangi,” terang Hartono, Jumat (10/4/2026).
Selain itu, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat sakit gigi yang sering ditangani sendiri tanpa bantuan medis, yang diduga memicu infeksi serius.
Proses evakuasi jenazah sempat mengalami kendala karena kondisi tubuh korban yang sudah membusuk, sehingga petugas harus mengikat tubuh terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kantong jenazah.
Diketahui, korban selama ini tinggal seorang diri di rumah kosong tersebut karena telah lama berpisah dari istri dan anaknya.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah selanjutnya akan dimakamkan di pemakaman Dusun Krajan, Desa Watukebo.
Kepolisian menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan proses penanganan berjalan dengan baik. (DIN/SUC)
