Aksi ‘Candi Paving’ Warga Tempursari Berbuah Hasil, Proyek yang Mandek 6 Bulan Kini Mulai Dikerjakan.

BANYUWANGIHITS.ID – Sindiran kreatif warga Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, melalui aksi bertajuk ‘Candi Paving’ akhirnya membuahkan hasil. Proyek pavingisasi yang sempat terhenti selama enam bulan kini mulai dikerjakan setelah viral di media sosial.
Keluhan warga yang sebelumnya ramai diperbincangkan akhirnya mendapat respons. Pengerjaan pemasangan paving dilaporkan mulai dilakukan hari ini. Sejumlah material pasir terlihat tiba di lokasi, disusul para pekerja yang mulai memasang paving di sepanjang jalan kampung.
“Mulai hari ini dipasang. Pasir sudah datang, pekerja juga sudah mulai kerja,” ujar Hari, Selasa (10/2/2026).
Dengan dimulainya proses pengerjaan, susunan paving berbentuk candi yang sempat menjadi perhatian publik pun perlahan dibongkar untuk menyesuaikan pemasangan. Warga berharap proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana dan tidak kembali terhenti.
Meski proyek telah berjalan, Hari mengaku belum mengetahui secara detail asal anggaran pembangunan tersebut. Namun, ia memilih optimistis pengerjaan akan berjalan lancar hingga tuntas.
“Yang penting sekarang sudah dikerjakan. Warga bersyukur akhirnya terealisasi,” katanya.
Di tengah proses tersebut, Hari juga menirukan gurauan sejumlah warga dan pengguna jalan yang sebelumnya sempat terhibur dengan keberadaan ‘Candi Paving’.
“Ada yang bilang, ‘mending ada candinya, Pak, daripada dibangun’. Tapi ya semoga sekarang benar-benar selesai,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga menyusun ratusan paving blok yang tergeletak di pinggir jalan menjadi bangunan menyerupai candi. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena material proyek tak kunjung dipasang dan justru menghambat akses jalan kampung.
“Sudah enam bulan paving ini cuma ditaruh. Jalannya jadi sempit, berkerikil, kalau hujan licin,” ujar Hari Susanto, Selasa, 3 Februari 2026 lalu.
Menurut Hari, susunan paving berbentuk candi tersebut bukan sekadar kreativitas warga, melainkan bentuk protes kepada pemerintah desa agar proyek segera direalisasikan. Bahkan, ia menyebut terdapat makna filosofis dibalik bentuk candi yang dibuat warga sebagai simbol harapan agar pembangunan tidak sekadar menjadi wacana. (Redaksi)
