Tutup Iklan X

Viral Pasangan ASN Wongsorejo Banyuwangi Berangkat Kerja Naik Sepeda Berdua, Jadi Inspirasi Hemat Energi.

Vidio pasangan aparatur sipil negara (ASN) asal Banyuwangi jadi perbincangan setelah video keduanya berboncengan menggunakan sepeda kayuh viral di media sosial. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Sepasang aparatur sipil negara (ASN) asal Banyuwangi, Jawa Timur, mendadak menjadi perbincangan publik setelah video keduanya berboncengan menggunakan sepeda kayuh viral di media sosial. Aksi sederhana tersebut justru menuai banyak apresiasi dari warganet.

Pasangan tersebut diketahui bernama Bety Nur Indah Sari (34) dan suaminya, Sugianto (38). Keduanya merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di SDN 2 Sumberkencono, Kecamatan Wongsorejo. Bety mengajar di kelas 1 dan telah mengabdi sejak 2010 sebagai honorer, sementara Sugianto, yang akrab disapa Yanto, merupakan guru kelas 6 yang mulai mengabdi sejak 2011. Keduanya resmi diangkat sebagai PPPK penuh waktu pada tahun 2022.

Video yang viral tersebut direkam oleh rekan kerja mereka saat jam pulang sekolah. Dalam video itu, terlihat Bety duduk di bagian depan sepeda saat dibonceng suaminya, layaknya adegan romantis yang sederhana.

“Saya malah dikirimi teman-teman kalau viral. Alhamdulillah (responnya) positif, katanya jadi duta efisiensi,” ujar Bety saat dihubungi media, Kamis (9/4/2026).

Baca juga :  Harga Kemasan Plastik Naik hingga 70 Persen, Pedagang Banyuwangi Tertekan.

Bety menceritakan, suaminya memang terbiasa menggunakan sepeda kayuh untuk berangkat kerja. Sepeda tersebut dibeli sekitar dua tahun lalu dengan harga Rp2 juta dari toko sepeda asal Bondowoso melalui aplikasi belanja online.

Dalam kesehariannya, pasangan ini kerap berangkat dan pulang bersama menggunakan sepeda, terutama jika jam kerja mereka bersamaan. Jika tidak, Bety biasanya memilih berjalan kaki menuju sekolah.

Jarak tempat tinggal mereka pun relatif dekat. Mereka biasa berangkat dari rumah mertua Bety yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari sekolah. Namun, sesekali mereka juga berangkat dari rumah pribadi dengan jarak sekitar 1 kilometer.

Meski memiliki sepeda motor Honda Beat keluaran 2012, keduanya tetap memilih bersepeda atau berjalan kaki sebagai kebiasaan sehari-hari, bahkan sebelum adanya himbauan penghematan energi dari pemerintah daerah.

Bety mengaku belum berencana membeli sepeda tambahan untuk dirinya karena masih memprioritaskan kebutuhan keluarga kecil mereka.

“Untuk sepeda kedua, nabung dulu,” tuturnya.

Baca juga :  Wamenhub Suntana Tinjau Langsung Antrean Kendaraan Pemudik Bali–Jawa di Gilimanuk, ASDP Terapkan Skema TBB.

Kisah sederhana pasangan ini menjadi inspirasi bahwa upaya menjaga lingkungan dan mendukung efisiensi energi dapat dimulai dari langkah kecil. Konsistensi dalam kebiasaan sederhana seperti bersepeda dan berjalan kaki terbukti mampu memberikan dampak positif sekaligus menginspirasi banyak orang.

Di lingkungan sekolah, Bety dan Sugianto juga dikenal sebagai sosok yang ramah, sederhana, dan dekat dengan para siswa, sehingga semakin menambah simpati masyarakat terhadap kisah mereka. (Redaksi)