Tutup Iklan X

Cegah Abrasi dan Banjir, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan Tanam Pohon Mahoni Seluas 44 Hektar di Hutan Lindung Pulau Merah.

Perhutani KPH Banyuwangi Selatan bersama Marinir dan Forkopimka Pesanggaran bergerak cepat melakukan penghijauan di kawasan hutan lindung dekat Pantai Pulau Merah. Foto: Redaksi BanyuwangiHist.id

BANYUWANGIHITS.ID – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan menggandeng pasukan Marinir serta Forkopimka Pesanggaran dalam kegiatan penanaman pohon di hutan lindung dekat Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Ratusan pohon mahoni ditanam di kawasan seluas 44 hektar sebagai upaya pencegahan bencana hidrometeorologi dan abrasi di wilayah tersebut. Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Admaja, menyatakan kegiatan ini adalah bentuk nyata menjaga kelestarian hutan sekaligus meminimalisir risiko banjir saat musim hujan.

“Kami tanam ratusan bibit pohon mahoni di lokasi tersebut,” katanya pada Selasa, 10 Februari 2026.

Pemilihan pohon mahoni didasarkan pada kekuatan perakarannya yang mampu menahan erosi, sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang. “Lahan yang ditanami bibit pohon mahoni tersebut diketahui seluas 44 hektar,” ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, penanaman ini merupakan wujud sinergi antara Perhutani, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan lingkungan. “Penanaman ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan kawasan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mengurangi potensi bencana alam,” jelasnya.

Baca juga :  Kemenag Banyuwangi Apresiasi Pemenang Lomba HAB ke-80, KUA Glagah Sabet Juara II.

Perhutani KPH Banyuwangi Selatan berharap pohon yang ditanam akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar.

Sementara itu, Camat Pesanggaran, Didik Eko Wahyudi, menyatakan dukungan penuh TNI terhadap program penghijauan yang diinisiasi Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan hutan semakin lestari, air tetap terjaga, dan masyarakat terlindungi dari ancaman banjir,” ujarnya.

Kegiatan penanaman pohon bersama ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian hutan. “Dengan sinergi yang baik, diharapkan kawasan hutan dapat memberikan manfaat ekologis, serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang sering terjadi saat musim penghujan,” pungkasnya. (Redaksi)