Bergerombol di Patung Kuda Karangente, 10 Anak Punk Ditertibkan Satpol PP Banyuwangi.

BANYUWANGIHITS.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyuwangi menertibkan sepuluh anak punk yang berkumpul di sekitar Taman Tirtawangi atau Patung Kuda Karangente. Penertiban dilakukan setelah adanya laporan dari warga pada Senin (9/2/2026).
Setelah diamankan dari lokasi, kesepuluh anak punk tersebut dibawa ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Banyuwangi untuk menjalani pembinaan.
Kepala Satpol PP Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, membenarkan adanya penertiban tersebut. Ia menyebutkan bahwa petugas menemukan mereka dalam kondisi bergerombol di area taman.
“Setelah kami temukan mereka bergerombol di Taman Tirtawangi atau patung kuda, kami bawa ke Mako untuk dilakukan pembinaan,” ungkap Yoppy, Selasa (10/2/2026).
Proses pembinaan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Mereka diminta membantu membersihkan lingkungan Mako Satpol PP, mulai dari mencabut rumput hingga membersihkan kamar mandi. Selain itu, mereka juga diberikan arahan secara langsung.
“Mereka kami berikan pembinaan bersih-bersih lingkungan dengan mencabut rumput, dan membersihkan kamar mandi sekaligus kami arahkan untuk membersihkan diri,” tambah Yoppy.
Dalam pengarahan tersebut, Satpol PP meminta agar mereka segera melanjutkan perjalanan dan tidak berlama-lama berada di wilayah Banyuwangi. Langkah ini disebut sebagai upaya mengantisipasi potensi gesekan dengan masyarakat.
“Segera melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan, karena peristiwa kemarin tentunya masyarakat Banyuwangi masih memendam kemarahan jadi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terhadap kalian cepat kalian pergi dan jangan terlihat lagi di Banyuwangi,” jelas Yoppy.
Dari hasil pendataan, sepuluh anak punk tersebut berasal dari Sumedang, Pemalang, dan Medan. Mereka mengaku tengah dalam perjalanan menuju Pulau Bali untuk bekerja di sebuah peternakan ayam milik kerabat salah satu dari mereka.
Sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan mereka guna memastikan tidak terdapat benda berbahaya.
“Kami razia sejumlah barang berbahaya yang dapat digunakan untuk melakukan aksi kekerasan. Setelah aman, kami persilakan melanjutkan perjalanan dengan kami kawal sampai menyeberang via Ketapang,” tambah Yoppy.
Setelah dinyatakan aman, mereka kemudian diantar dan dikawal hingga Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Bali.
Diketahui sebelumnya terjadi peristiwa pengeroyokan terhadap seorang warga Banyuwangi yang menyebabkan korban meninggal dunia. Pelaku diduga berasal dari kelompok anak jalanan atau anak punk, sehingga situasi tersebut meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk keberadaan kelompok anak punk di ruang publik. (Redaksi)
