Tutup Iklan X

InJourney Holding Pemetaan Wisata Banyuwangi 11–13 Februari 2026, Targetkan Destinasi Kelas Dunia.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney Holding) resmi memulai langkah strategis untuk mendongkrak Kabupaten Banyuwangi menjadi destinasi wisata kelas dunia. Foto: Redaksi BanyuwangiHIts.id

BANYUWANGIHITS.ID – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney Holding) resmi memulai langkah strategis untuk mendongkrak Kabupaten Banyuwangi menjadi destinasi wisata kelas dunia. Selama tiga hari penuh, dari 11 hingga 13 Februari 2026, tim ahli dari holding BUMN pariwisata itu langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi wisata di berbagai penjuru wilayah Banyuwangi. Agenda ini merupakan wujud nyata upaya pengembangan ekosistem pariwisata secara end-to-end sekaligus memastikan setiap potensi tertangani secara optimal.

Rangkaian eksplorasi dimulai sesaat setelah tim mendarat di Bandara Blimbingsari. Pada hari pertama, fokus tim diarahkan ke kawasan selatan yang kaya dengan pesona alam. Tim meninjau keelokan pohon-pohon raksasa di De Djawatan Forest sebelum melanjutkan pemetaan ke Pantai Mustika, Pulau Bedil, dan Pantai Pulau Merah. Peninjauan ini bertujuan menilai kesiapan infrastruktur serta daya tarik alam yang menjadi magnet wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Memasuki hari kedua, kegiatan diarahkan pada penggalian kekayaan intelektual dan tradisi lokal melalui wisata budaya Osing. Kunjungan digelar di Desa Wisata Taman Sari dan Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang sarat akan nilai sejarah. Di sela-sela kunjungan, tim InJourney juga mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat. Diskusi ini menjadi ruang sinergi untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi.

Baca juga :  Dilantik Periode 2025–2026, PMII Banyuwangi Siap Ambil Peran sebagai Agen Perubahan Daerah.

Retna Murti, SPV Marketing and Activation InJourney Holding, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas destinasi yang dimiliki Banyuwangi. Ia menilai bahwa kabupaten ini memiliki kombinasi lengkap yang sangat layak menjadi destinasi unggulan di Indonesia.

“InJourney siap melanjutkan dan mengembangkan program di Banyuwangi mengingat banyak sekali hal menarik yang dapat digali di sini, baik itu dari segi destinasi alam maupun budayanya,” tegas Retna pada 12 Februari 2026.

Sejalan dengan itu, Assistant Vice President Marketing Activation InJourney, Rico Eisenhower, menegaskan bahwa kegiatan pemetaan ini baru merupakan awal dari rangkaian kerja yang panjang. Ia optimis bahwa kajian teknis yang dihasilkan akan menjadi landasan lahirnya program-program akselerasi yang tepat untuk industri pariwisata lokal.

“Setelah ini, kami akan lakukan kajian dan beberapa kunjungan lain, semoga dapat menghasilkan program yang berdampak bagi pariwisata di Banyuwangi,” ungkap Rico.

Langkah intensif ini menjadi tindak lanjut dari kerjasama strategis antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan InJourney yang telah ditandatangani sebelumnya pada 13 Januari 2026 oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, dan Direktur Utama InJourney, Maya Watono. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi dan promosi, tetapi juga mencakup peningkatan konektivitas udara, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pemberdayaan UMKM. Dukungan penuh dari InJourney diharapkan dapat membawa Banyuwangi melakukan lompatan besar dalam mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan.  (Redaksi)