Tutup Iklan X

Nikah Siri dapat KK, Ini Tanggapan Kemenag Banyuwangi

Muhklis Kasi Bimas Islam Kemenag Banyuwangi. (Foto : Ikhwan Banyuwangihits.id)

BANYUWANGIHITS.ID – Kementrian Agama Kabupaten Banyuwangi menanggapi aturan baru yang diterbitkan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil tentang pernikahan siri dapat memperoleh kartu keluarga (KK).

Kemenag menilai adanya aturan tersebut, justru menuai kontroversi, pasalnya kehadiran surat nikah bakal tak lagi dibutuhkan. Terlebih, nantinya akan timbul asumsi bahwa bermodal kartu keluarga saja sudah cukup sebagai bukti atas pernikahan.

”Aturan tersebut mungkin, dilakukan untuk kesempurnaan pendataan, artinya tidak boleh ada warga yang tidak masuk dalam KK seperti apapun statusnya. Namun dikhawatirkan akan banyak masyarakat yang sudah beranggapan pernikahan sirinya sudah berkekuatan hukum,” kata Kasi Bimas Islam, Kemenag Banyuwangi,  Muhklis, Kamis (14/10/2021).

Dari kacamatanya, ia menilai bahwa hal itu dirasa kurang tepat. Bagaimanapun pernikahan, haruslah sesuai dengan ketentuan aturan Agama dan Negara.

Dalam Perpres 96 Tahun 2018 yang kemudian muncul Permendagri No 109 tahun 2019 tentang Formulir Dan Buku yang Digunakan Dalam Administrasi Kependudukan. Para pasangan nikah siri, hanya cukup menyertakan surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) kebenaran pasangan suami istri diketahui dua orang saksi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...