Tutup Iklan X

Pastikan Belum ada Kasus Hantavirus Dinkes Banyuwangi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menghimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi memastikan hingga awal Mei 2026 belum ditemukan maupun dilaporkan adanya kasus positif infeksi hantavirus di wilayah Banyuwangi. Meski demikian, upaya pencegahan terus diperkuat guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menghimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus karena penyakit ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius pada manusia.

Menurut Amir, penularan hantavirus dapat terjadi melalui kotoran, air kencing, maupun gigitan tikus yang telah terinfeksi virus. Risiko penularan paling sering terjadi saat kotoran atau urine tikus yang mengering bercampur dengan debu lalu terhirup oleh manusia.

“Hantavirus ini bisa menimbulkan gejala seperti demam tinggi, ruam pada tubuh, bahkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak. Penularannya bisa dari debu yang terkontaminasi kencing tikus, gigitan tikus, hingga makanan yang sudah terkena virus dari tikus,” ujar Amir pada Senin 11/5/2026.

Baca juga :  18 Truk Operasional untuk Koperasi Merah Putih Disalurkan Pemkab Banyuwangi, Berharap Dapat Membantu Dorong Ekonomi Desa.

Ia menjelaskan, infeksi hantavirus umumnya berkembang secara bertahap. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, nyeri tubuh, dan gejala umum lain yang menyerupai infeksi virus.

“Kalau sudah muncul demam tinggi dan gejala mengarah ke infeksi hantavirus, sebaiknya segera dirawat supaya penanganannya lebih cepat dan tidak berkembang menjadi lebih berat,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Banyuwangi mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar populasi tikus di sekitar pemukiman dapat ditekan.

Warga juga diminta menutup rapat tempat penyimpanan makanan supaya tidak terkontaminasi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala mencurigakan setelah beraktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat tikus.

“Yang paling penting jangan sampai tikus masuk ke rumah. Lingkungan harus dijaga tetap bersih, terutama daerah yang dekat kebun atau sarang tikus. Kalau mau membersihkan kotoran tikus, pakai masker dan siram dengan desinfektan lalu bersihkan,” ucapnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, Amir turut mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Menurutnya, sistem imun yang baik akan membantu tubuh melawan infeksi virus.  (Redaksi)