Tutup Iklan X

Protes Jalan Rusak di Banyuwangi, Warga Tanami Pohon Pisang di Jalur Penghubung Gambiran-Genteng.

Aksi protes warga terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Yosomulyo (Kecamatan Gambiran) dan Desa Genteng Wetan (Kecamatan Genteng). Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Yosomulyo (Kecamatan Gambiran) dan Desa Genteng Wetan (Kecamatan Genteng) kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, jalan alternatif yang menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut mengalami kerusakan parah hingga memicu aksi protes unik namun miris: warga menanam pohon pisang di tengah lubang jalan.

Pantauan di lokasi menunjukkan lubang-lubang besar yang menganga sangat membahayakan pengendara, terutama bagi mereka yang melintas di malam hari atau saat hujan mengguyur. Kerusakan ini dianggap sudah mencapai tahap mengkhawatirkan karena sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Suroso (43), salah satu warga Desa Yosomulyo yang kerap melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju fasilitas publik seperti pasar, sekolah, hingga tempat ibadah.

Terkait kondisi tersebut, Suroso memberikan pernyataan langsung

“Sangat membahayakan karena jalan tersebut sering dilintasi untuk akses menuju pasar, sekolah dan tempat ibadah,” katanya pada Sabtu 28 Februari 2026.

Baca juga :  Kemenhub Perkuat Keselamatan Pelayaran Jelang Angkutan Laut Lebaran 2026 di Banyuwangi.

“Makanya ditanami pohon pisang diatas jalan berlubang agar pengendara tidak terperosok,” tuturnya.

Menanggapi aksi warga tersebut, Kepala Desa (Kades) Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan, menilai tindakan menanam pohon pisang merupakan bentuk penanda agar pengendara lebih waspada. Ia membenarkan bahwa insiden kendaraan terperosok sudah sering terjadi di titik tersebut.

Dalam penjelasannya, Joko Utomo Purniawan menyatakan

“Karena memang sering sekali kalau malam hari banyak kendaraan yang terperosok di jalan berlubang itu,” jelasnya.

“Sudah kami laporkan. Selain itu, warga juga sudah lapor melalui Program Lapor Camat,” ungkapnya.

Pihak Pemerintah Desa Yosomulyo mengusulkan agar perbaikan jalan kali ini dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar tambal sulam. Mengingat tingginya intensitas hujan dan kepadatan arus kendaraan, diperlukan spesifikasi jalan yang lebih kuat serta pembenahan drainase.

Kades Yosomulyo menambahkan harapannya terkait solusi jangka panjang:

“Harapannya di samping diperbaiki juga diberi batasan muatan jangan terlalu berat. Sehingga setelah ditambal kemungkinan besar langsung jebol lagi,” ujarnya.

Baca juga :  Kecelakaan Antar Honda Vario dan Truk Fuso di Pesanggaran Satu Orang Dikabarkan Meninggal Dunia.

“Mestinya jalan itu harus dicor beton seperti jalan yang sudah diperbaiki di sebelah utara,” pungkas Kades Yosomulyo.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah nyata dari instansi terkait agar jalan tersebut segera diperbaiki demi menjamin keamanan dan keselamatan para pengguna jalan. (Redaksi)