Tradisi Pitulikuran Semarakkan Malam Ramadhan di Banyuwangi, Warga Cawang Gelar Pencak Obor.

BANYUWANGIHITS.ID – Suasana malam Ramadan di Dusun Cawang, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, tampak semarak saat warga menggelar tradisi Pitulikuran, Selasa (17/3/2026).
Sejak pukul 19.00 WIB, masyarakat mulai memadati area kampung untuk mengikuti rangkaian kegiatan budaya yang digelar secara bersama. Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari pencak obor, kesenian kuntulan khas Banyuwangi, hingga permainan meriam bambu yang menggema di sejumlah sudut dusun.
Tradisi Pitulikuran sendiri merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan warga menjelang akhir Ramadhan. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya lokal.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Dani, menyebut tradisi ini selalu dinantikan warga karena mampu menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Setiap RT ikut berpartisipasi menampilkan tradisi masing-masing. Ini menjadi momen kebersamaan warga sekaligus cara menjaga budaya Banyuwangi agar tetap hidup,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Cawang, Slamet. Ia menilai kegiatan tersebut juga berperan penting dalam mempererat hubungan sosial antar warga.
“Warga sangat antusias. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini membuat masyarakat lebih kompak dan saling mengenal satu sama lain,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, setiap RT menampilkan beragam kesenian dan tradisi khas Banyuwangi. Atraksi pencak obor menjadi salah satu yang paling menyita perhatian, disusul penampilan kesenian kuntulan yang dimainkan secara berkelompok oleh warga.
Sementara itu, suara meriam bambu yang bergema turut menambah kemeriahan suasana malam Ramadhan di dusun tersebut.
Bagi masyarakat Dusun Cawang, tradisi Pitu Likuran bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda, agar nilai-nilai lokal tetap terjaga dan tidak tergerus zaman. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat turut ambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Di Banyuwangi, Pitulikuran dikenal sebagai tradisi perayaan malam ke-27 Ramadhan yang diisi dengan berbagai aktivitas budaya dan kebersamaan warga. Tradisi ini menjadi salah (Redaksi)
