Tutup Iklan X

Ratusan Meteran Air PDAM Banyuwangi Dicuri Sejak Awal April 2026, Aksi Pelaku Terekam CCTV di Tiga Wilayah.

Pencurian meteran air yang tertangkap kamera CCTV di Banyuwangi. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Ratusan meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banyuwangi menjadi sasaran pencurian dalam beberapa pekan terakhir. Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) di sejumlah lokasi dan memicu kekhawatiran masyarakat karena berdampak pada layanan air bersih serta menambah beban biaya bagi pelanggan.

Sejak awal April 2026, PDAM mencatat sebanyak 136 unit meteran air hilang secara bertahap. Pola kejadian yang serupa di berbagai lokasi mengindikasikan adanya aksi pencurian yang dilakukan secara terstruktur dan terorganisir.

Sasaran pelaku mencakup berbagai jenis properti, mulai dari rumah kosong, toko yang tidak berpenghuni, hingga fasilitas umum yang memiliki sambungan air. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan celah keamanan tanpa membedakan jenis bangunan.

Untuk menghindari kecurigaan, pelaku diketahui menutup kembali saluran pipa secara rapi setelah melepas meteran. Cara ini dinilai cukup rapi dan mengindikasikan pelaku memiliki pengalaman dalam menjalankan aksinya.

Dirut PDAM Banyuwangi, Abd Rahman, mengatakan, “Pencurian ratusan meteran ini terjadi di tiga wilayah, yaitu Genteng, Rogojampi, dan Banyuwangi”. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut, Jumat 17/04/2026.

Baca juga :  Kebakaran Dapur Usaha Kuliner di Banyuwangi, Diduga Dipicu Kebocoran LPG Akibatkan Dua Karyawan Terluka.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah adanya laporan dari pelanggan pada minggu pertama April. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak PDAM langsung melakukan pengecekan, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sejumlah titik.

Hasil penelusuran menunjukkan adanya tiga rekaman berbeda yang memperlihatkan pelaku yang sama saat melakukan pencurian. Dari rekaman tersebut, terlihat pola aksi yang konsisten, termasuk teknik membuka dan menutup sambungan pipa.

Pelaku diketahui menggunakan sepeda motor untuk berpindah lokasi, sehingga memudahkan mobilitas dan mempercepat aksinya. Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses penangkapan.

PUDAM turut memberikan pendampingan kepada para korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, termasuk ke Polsek Kabat dan Polsek Genteng. Pendampingan ini dilakukan sesuai prosedur, di mana pemilik properti menjadi pelapor utama.

Direktur Teknik PDAM Banyuwangi, Waris Paksono, menyampaikan bahwa meteran yang hilang telah dipasang kembali di masing-masing lokasi. Namun, berdasarkan ketentuan yang berlaku, biaya pemasangan kembali menjadi tanggung jawab pemilik properti.

Saat ini, sebagian besar sambungan air yang terdampak telah kembali berfungsi normal. PDAM memastikan akan terus melakukan pemantauan serta meningkatkan pengamanan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.  (Redaksi)