Tarawih Pertama Ramadhan di Lapas Banyuwangi Jadi Momen Penguat Nurani Warga Binaan.

BANYUWANGIHITS.ID – Suasana berbeda menyelimuti Masjid dan musala di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi pada Rabu (18/2/2026) malam, jelang Ramadan. Ratusan warga binaan berkumpul di Masjid At-Taqwa, Musala Al-Hidayah, dan Musala An-Nisa yang berada di lingkungan lapas untuk mengikuti shalat Tarawih perdana bulan suci Ramadhan dengan penuh khidmat.
Momen tarawih tersebut bukan sekadar menjalankan ritual ibadah, tetapi juga menjadi pengalaman batin yang menenangkan sekaligus pembelajaran spiritual bagi warga binaan selama menjalani masa hukuman. Meski jauh dari keluarga, wajah-wajah mereka tampak tenteram di balik peci dan baju koko yang dikenakan.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian bagi para warga binaan. Menurutnya, Ramadhan merupakan kesempatan penting untuk merenung dan memperkuat keimanan di tengah situasi yang menantang.
“Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga binaan untuk beribadah di bulan suci ini. Bagi mereka, tarawih bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan menjadi penyejuk hati di tengah masa menjalani hukuman,” ujar Wibawa di lokasi acara, Rabu malam.
Suasana haru menyentuh ketika para imam memimpin doa usai shalat. Beberapa warga binaan tampak menunduk dengan mata berkaca-kaca, tenggelam dalam sujud yang lebih lama dari biasanya, menunjukkan pergumulan batin sekaligus pengakuan dosa serta permohonan ampun kepada Pencipta.
Seorang warga binaan yang hanya ingin dikenali dengan inisial AS mengaku tarawih pertama selalu membawa perasaan emosional tersendiri.
“Sedih pasti ada karena tidak bisa buka puasa dan tarawih bersama anak istri. Tapi di sini, bersama teman-teman seperjuangan, kami merasa seperti keluarga baru. Shalat ini membuat hati saya jauh lebih tenang dan ikhlas,” lirihnya.
Pihak lapas memastikan pelaksanaan tarawih berjalan dalam pengawasan ketat namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Petugas ditempatkan di titik-titik strategis untuk menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga ibadah berlangsung tenang sampai akhir Ramadhan nanti.
Dengan dimulainya rangkaian ibadah Ramadhan, Lapas Banyuwangi berharap warga binaan tidak hanya menyelesaikan masa hukuman sebagai pidana, tetapi juga pulang sebagai pribadi yang lebih baik, dengan bekal spiritual dan keimanan yang semakin kuat. (Redaksi)
