Deru Dinamo Mini dan Keseruan Kejurda Balap Tamiya Hiasi GOR Tawangalun Banyuwangi.

BANYUWANGIHITS.ID – Deru suara dinamo kecil, fokusnya mekanik mobil Tamiya, serta sorak-sorai penonton mewarnai suasana GOR Tawangalun Banyuwangi pada Sabtu (7/2/2026). Momen ini menjadi gambaran lengkap dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) Banyuwangi Open Race STB Up Class 2026, sebuah ajang balap mobil miniatur yang tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga panggung nostalgia bagi para penghobi lama.
Gelaran yang digelar mulai Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026) merupakan hasil kerja sama apik antara Komunitas Mini 4WD Banyuwangi, TB Jaya Poll, dan Delima Racing, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.
Di berbagai sudut arena, para penghobi mobil mini yang populer sejak era 1990-an hingga awal 2000-an tampak larut dalam fokus meracik mobil-mobil Tamiya mereka. Jari-jari cekatan para peserta merakit gear, mengganti bearing, menyetel roda, serta menyesuaikan sudut roller demi performa optimal di lintasan.
Tak jarang, para mekanik muda dan lawas itu meniup debu halus pada bodi mobil, mengencangkan sekrup, atau memutar roda secara perlahan untuk memastikan tiap detail siap tampil saat perlombaan dimulai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M Alfin Kurniawan, memberikan sambutan positif atas terselenggaranya event ini. Menurutnya, Kejurda tersebut mencerminkan kreativitas bersama serta semangat tandang bareng yang menjadi tagline Banyuwangi.
“Semoga kolaborasi antara komunitas, penyelenggara, dan pemerintah daerah ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar Alfin saat membuka acara pada Sabtu (7/2/2026).
Alfin berharap dengan banyaknya peserta yang hadir dari luar kota, event ini juga bisa menjadi ajang promosi pariwisata Bumi Blambangan bagi masyarakat luas.
Ketua Panitia Banyuwangi Open Race STB Up Class 2026, Albert Wijaya, menyatakan bahwa kompetisi ini bukan hanya untuk adu cepat, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi antar racer sekaligus bukti bahwa Banyuwangi dapat menjadi salah satu barometer balap Mini 4WD di tingkat nasional.
“Kejuaraan ini menjadi wadah bagi anak-anak muda yang hobi Tamiya yang diikuti oleh sebanyak 30 tim dari dalam dan luar Kabupaten Banyuwangi,” jelas Albert.
Menurutnya, peserta yang mengambil bagian berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Probolinggo, Malang, Bali, Lombok, Bondowoso, hingga Jember.
“Masing-masing per tim beranggotakan tiga orang, yang akan bertarung sengit memperebutkan total hadiah sebesar Rp 20 juta,” ucapnya.
Albert menambahkan, tingginya antusias peserta dari luar daerah menunjukkan bahwa Banyuwangi mulai dilirik sebagai destinasi kompetisi Mini 4WD yang semakin diperhitungkan.
“Harapannya, ke depan Banyuwangi bisa rutin menjadi tuan rumah event serupa dengan skala yang lebih besar. Targetnya semoga bisa Kejurnas (Kejuaraan Nasional),” tambahnya.
Salah satu peserta lomba, Hermanto (49), mengaku memiliki keterikatan emosional kuat dengan dunia Tamiya. Pria asal Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, ini sudah menyukai mobil Mini 4WD sejak sekolah dasar. Meski sempat meninggalkan hobi itu seiring meredupnya popularitasnya, ia kembali bergairah sejak aktif kembali pada tahun 2022.
“Saya mulai aktif di Tamiya itu pada 2022. Sejak saat itu juga sering mengikuti berbagai kejuaraan di luar daerah. Rasanya seperti kembali ke masa kecil, tapi dengan usia yang sudah tidak muda lagi,” ujar Hermanto, yang tergabung dalam tim Delima Racing Banyuwangi.
Dengan deru mesin-mesin mungil yang terus melaju di lintasan, Kejurda Tamiya ini tidak hanya menghidupkan kembali kenangan masa lalu para penghobi, tetapi juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan sportivitas terus berkibar di Kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa. (Redaksi)
