TNI AD Kodim 0825 Banyuwangi Kebut Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Songgon.

BANYUWANGI – Prajurit TNI AD dari Kodim 0825 Banyuwangi mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Songgon, Kecamatan Songgon. Jembatan sepanjang 45 meter tersebut dibangun melintasi Sungai Binau untuk menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Gumuk Candi.
Pembangunan jembatan ini menjadi solusi atas putusnya akses penghubung antar dusun setelah jembatan beton sebelumnya ambruk akibat diterjang banjir bandang pada 2025 lalu. Sejak saat itu, warga terpaksa menggunakan jembatan darurat dari bambu untuk menunjang aktivitas sehari-hari, meski dengan keterbatasan.
Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya menyampaikan, kehadiran jembatan gantung ini diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
“Adanya jembatan gantung ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas ekonomi warga, sekaligus mempermudah akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Apalagi lokasinya juga dekat dengan Pasar Songgon,” kata Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya saat Ground Breaking Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di desa setempat, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan diprioritaskan pada wilayah yang paling membutuhkan dan belum memiliki infrastruktur jembatan permanen. Proyek di Songgon ini merupakan jembatan gantung kedua yang dibangun, setelah sebelumnya terealisasi di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung.
“Target kami ada 12 jembatan Perintis Garuda yang sudah kami ajukan ke atasan. Nanti secara bertahap akan kami bangun di sejumlah titik yang membutuhkan jembatan ini,” kata Dandim.
Jembatan gantung di Desa Songgon memiliki lebar 1,6 meter dan dirancang dapat dilintasi kendaraan roda dua, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian warga. Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir April mendatang.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas inisiatif TNI AD dalam pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, proyek ini memberikan dampak besar bagi masyarakat.
“Ini wujud kolaborasi dan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dalam memberikan pelayanan terbaik, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka,” kata Mujiono.
Dengan selesainya pembangunan jembatan ini nantinya, akses warga dipastikan akan lebih mudah dan efisien. Warga yang sebelumnya harus menempuh jarak lebih jauh kini dapat menjangkau berbagai kebutuhan dengan waktu yang lebih singkat. (Redaksi)
