Akses Terbatas, Siswa SD di Pelosok Banyuwangi Harus Naik Truk untuk Ikuti Ujian TKA.

BANYUWANGIHITS.ID – Semangat belajar ditunjukkan oleh 12 siswa SDN 2 Sarongan yang berada di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Di tengah keterbatasan akses, mereka tetap berupaya mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) meski harus menghadapi medan berat.
Berbeda dengan siswa di wilayah perkotaan yang dapat dengan mudah menjangkau lokasi ujian, para pelajar di daerah terpencil ini harus mengerahkan tenaga ekstra. Mereka menempuh perjalanan cukup sulit demi bisa mengikuti ujian yang digelar selama dua hari tersebut.
Kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya jaringan internet di lingkungan sekolah. Akibatnya, pelaksanaan TKA tidak dapat dilakukan di SDN 2 Sarongan dan harus dipindahkan ke Aula Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) Meru Betiri. Pemindahan lokasi ini dilakukan agar para siswa bisa mengikuti ujian berbasis daring tanpa hambatan teknis.
Pada Senin (20/4/2026), Bhabinkamtibmas Sarongan, Briptu Robi Wijaya, turut membantu mengawal keberangkatan para siswa menuju lokasi ujian. Ia menjemput mereka menggunakan satu unit truk perkebunan agar seluruh siswa dapat berangkat bersama.
“Terpaksa naik truk agar dapat mengangkut semua siswa sekaligus dan memastikan mereka tidak telat sampai di lokasi ujian,” ujar Briptu Robi.
Perjalanan menuju Aula PHPA Meru Betiri bukan hal yang mudah. Kendaraan yang ditumpangi harus melintasi kawasan hutan dengan kondisi jalan yang terjal, berbatu, dan berkelok. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa.
Briptu Robi mengaku tergerak untuk membantu karena tidak tega melihat anak-anak harus berjuang sendiri melewati medan ekstrim demi mengikuti ujian.
“Tugas saya mengawal anak-anak ini sampai ke tempat ujian. Harapannya, mereka bisa fokus, mendapatkan nilai maksimal, dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata masih adanya tantangan pemerataan pendidikan di wilayah terpencil Banyuwangi, khususnya terkait akses infrastruktur digital dan transportasi.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, para siswa SDN 2 Sarongan tetap menunjukkan semangat dan optimisme. Mereka bertekad menyelesaikan ujian dengan baik sebagai langkah menuju masa depan yang lebih cerah. (Redaksi)
