Disbudpar Banyuwangi Matangkan Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen 2026.

BANYUWANGIHITS.ID – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi Pengembangan Destinasi Pariwisata sebagai langkah strategis menyambut Revalidasi I UNESCO Global Geopark (UGG) Ijen tahun 2026.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini menitikberatkan pada penguatan kesiapan seluruh elemen pendukung di kawasan Geopark Ijen. Upaya tersebut dinilai penting, mengingat status UNESCO Global Geopark menuntut standar pengelolaan bertaraf internasional yang berkelanjutan, baik dari aspek geologi, budaya, maupun keanekaragaman hayati.
Persiapan dilakukan melalui rangkaian kegiatan terstruktur yang memadukan pembekalan teknis bagi pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Ijen Geopark, meliputi Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik di destinasi wisata unggulan maupun di desa-desa wisata yang menjadi bagian dari kawasan geopark.
Mewakili Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Destinasi Wisata Radix Mulya Mahardika menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi proses revalidasi yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
“Maksud dan tujuan pertemuan siang ini adalah untuk memperkuat kerjasama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten serta seluruh pelaku wisata dan budaya yang ada di area Ijen UGG agar dapat saling bersinergi membangun kawasan ijen agar terus berkelanjutan,” ujar Radix (09/02/2026).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia berharap forum ini menjadi ruang diskusi terbuka guna menyempurnakan strategi di lapangan.
“Melalui rapat ini, kami mengharapkan masukan dari seluruh elemen masyarakat yang hadir agar dapat meningkatkan dan semakin menyempurnakan program yang telah berjalan,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Februari 2026. Pada hari pertama, agenda diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas peran strategis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan kawasan geopark.
FGD tersebut digelar di Rumah Digital Desa Wisata Gombengsari, yang merupakan salah satu situs Ijen Geopark. Selain diskusi di dalam ruangan, peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan serta berdialog dengan petugas teknis Ijen Geopark di sejumlah lokasi penting, seperti kawasan pesisir Teluk Pang-pang dan Desa Wisata Wringin Putih.
Melalui langkah ini, Disbudpar Banyuwangi berharap kesiapan seluruh pemangku kepentingan semakin solid dalam mempertahankan status UNESCO Global Geopark Ijen sekaligus mendorong pengelolaan kawasan yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (Redaksi)
