Tutup Iklan X

BPOM dan Pemkab Banyuwangi Perkuat Kesadaran Keamanan Pangan Lewat Program Intervensi Lintas Sektor.

BPOM bersama Pemkab Banyuwangi memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran keamanan pangan. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan melalui program intervensi terpadu di wilayah tersebut.

Kepala BPOM di Jember yang membawahi Banyuwangi, Benny Hendrawan Prabowo, menjelaskan bahwa program ini menekankan kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan pangan yang aman dan sehat.

“Melalui advokasi lintas sektor ini, kami berharap dapat terbangun komitmen dan sinergi yang lebih kuat antara daerah, pemangku kepentingan serta masyarakat agar tercipta lingkungan pangan yang aman,” kata Kepala BPOM di Jember membawahi Banyuwangi, Benny Hendrawan Prabowo, dalam forum advokasi program keterpaduan keamanan pangan di Banyuwangi, Selasa 28/4/2026.

Ia menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek fundamental yang harus dipenuhi karena menjadi dasar bagi kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak mulai dari tahap produksi, distribusi, hingga konsumsi.

Baca juga :  Gagal Nyalip di Tikungan Labanasem Banyuwangi, Agya Dikemudikan Pelajar Tabrak Dump Truk.

Sebagai langkah konkret, BPOM akan menjalankan program intervensi keamanan pangan yang menyasar tiga sektor utama, yakni desa, pasar, dan sekolah. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pangan aman.

“Kami akan segera menggelar bimbingan teknis bagi para kader desa, pengelola pasar, hingga komunitas sekolah (guru, siswa, dan orang tua) untuk meningkatkan kapasitas SDM mereka terkait kesadaran keamanan pangan,” katanya.

Pada sektor pendidikan, intervensi akan difokuskan pada tingkat SMP dan SMA dengan harapan para siswa dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pengetahuan kepada lingkungan sebayanya.

Sementara itu, di tingkat desa akan dibentuk kader keamanan pangan yang bertugas memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat agar lebih memahami cara memilih dan mengolah pangan yang aman.

Di sektor pasar, BPOM juga akan mendorong terbentuknya komunitas yang berperan aktif mengedukasi pedagang dan konsumen. Komunitas ini diharapkan mampu menggerakkan para pelaku usaha untuk menjual produk pangan yang aman serta meningkatkan kesadaran konsumen dalam memilih bahan makanan.

Baca juga :  Medan Luas dan Minim Petunjuk, Operasi SAR Baluran Diusulkan Ditutup Setelah 7 Hari.

“Ini adalah upaya untuk menjamin keamanan pangan dari hulu ke hilir, mulai dari pasar sebagai tempat mendapatkan komoditas bahan pangan, desa sebagai tempat rumah tangga memproduksi makanan, hingga sekolah tempat anak-anak mengkonsumsi makanannya,” kata Benny.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik inisiatif tersebut. Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Banyuwangi, MY Bramuda, menyampaikan dukungan penuh terhadap program kolaboratif ini.

“Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, Pemkab siap mendukung dan bersinergi dengan BPOM dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang aman, sehat dan berkualitas,” katanya. (Redaksi)