Tutup Iklan X

Petani Asal Kecamatan Genteng Tewas Tenggelam di Sungai Usai Terpeleset Saat Angkut Padi di Kaligondo.

Seorang pria lanjut usia dilaporkan meninggal dunina usai tenggelam setelah terpeleset ke sungai saat mengangkut padi hasil panen. Foto: DamkarMat Banyuwangi

BANYUWANGI – Peristiwa nahas menimpa seorang warga Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, pada Minggu (29/3/2026) pagi. Seorang pria lanjut usia dilaporkan tenggelam setelah terpeleset ke sungai saat mengangkut padi hasil panen.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar Mat) Kabupaten Banyuwangi, kejadian tersebut pertama kali dilaporkan pada pukul 07.44 WIB. Tim Damkar Mat sektor Genteng langsung bergerak ke lokasi empat menit kemudian dan tiba sekitar pukul 08.07 WIB untuk melakukan penanganan.

Peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIB, saat korban bersama sejumlah rekannya berada di lahan persawahan milik warga setempat untuk mengangkut padi hasil panen (manol). Korban yang mengangkut padi menggunakan sepeda motor diduga terpeleset akibat kondisi jalan yang licin dan menikung, hingga akhirnya terjatuh ke sungai di sekitar lokasi kejadian.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan kepada rekan lainnya dan menghubungi Call Center Damkar Mat. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Basarnas, BPBD, serta pihak kepolisian untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Baca juga :  Lanal Banyuwangi Kerahkan KAL Sembulungan II, Dukung Bupati Situbondo Pantau Arus Balik Lebaran 2026.

Setibanya di lokasi, tim gabungan bersama warga langsung melakukan upaya pencarian di sekitar aliran sungai. Setelah dilakukan penyisiran selama lebih dari satu jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 09.23 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Syamsuri (61), warga Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan diantarkan ke rumah duka.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sejumlah peralatan seperti karmantel, body harness, sarung tangan, serta mobil rescue. Penanganan juga melibatkan berbagai unsur, diantaranya masyarakat setempat, Polri, staf Kecamatan Genteng, serta perangkat desa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat beraktivitas di area dengan kondisi jalan licin dan berisiko tinggi. (Redaksi)