Tutup Iklan X

DPRD Banyuwangi Lakukan Mediasi Persoalan Tarikan Uang Bantuan Becak Listrik di Desa Bomo.

Mediasi ini dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi dari Fraksi Partai Gerindra, Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Dugaan permasalahan dalam penyaluran bantuan becak listrik di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya menemui titik terang. Mediasi terkait persoalan tersebut digelar pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Kantor Desa Bomo.

Mediasi ini dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi dari Fraksi Partai Gerindra, Suwito, yang secara langsung datang untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Selain itu, hadir pula para penerima bantuan becak listrik, kepala desa beserta perangkat desa, panitia penyalur bantuan, serta unsur kepolisian.

Dalam pertemuan tersebut, Suwito menjelaskan bahwa memang terdapat penarikan uang yang dilakukan oleh perangkat desa kepada penerima bantuan becak listrik. Namun, menurutnya, penarikan tersebut dilakukan dalam konteks pengganti biaya transportasi dan akomodasi selama proses pengambilan becak.

“Untuk uang pengganti makan selama perjalanan dan acara pemberian secara seremonial di pendopo,” katanya.

Lebih lanjut, Suwito menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah. Uang yang sebelumnya dikeluarkan oleh para penerima bantuan telah dikembalikan oleh pihak kepala desa.

Baca juga :  Kemenag Banyuwangi Apresiasi Pemenang Lomba HAB ke-80, KUA Glagah Sabet Juara II.

“Pihak Kepala Desa Bomo sudah berbaik hati dan bersedia mengganti uang yang dikeluarkan oleh penerima becak listrik,” tuturnya.

“Dengan ini, saya kira masalah sudah selesai dan uang juga sudah diganti oleh kepala desa,” imbuh Suwito.

Sementara itu, Muhammad Alvian, selaku Koordinator Penyaluran Bantuan Becak Listrik Wilayah Banyuwangi, menjelaskan bahwa ke depan para penerima bantuan becak listrik akan berada di bawah naungan lembaga koperasi dan tercatat sebagai anggota koperasi tersebut.

Seluruh penerima bantuan akan tergabung dalam keanggotaan koperasi dengan tujuan pengelolaan secara terpadu, mulai dari pemeliharaan hingga pengembangan dan inovasi terhadap becak listrik yang diterima.

“Jadi ada simpanan pokok yang sifatnya sukarela. Untuk menjamin becak listrik yang diberikan kepada penerima agar dapat digunakan dengan baik dan tidak mangkrak,” katanya.

Ia menambahkan, bantuan becak listrik tersebut diharapkan mampu menunjang kehidupan dan meningkatkan perekonomian masyarakat kecil di Banyuwangi, khususnya para tukang becak.

“Program ini murni dari Presiden Prabowo Subianto dan dimanfaatkan oleh penerima yang seluruhnya berusia lanjut. Kami pun tidak ingin nantinya ada masalah dikemudian hari. Harapan kami becak listrik itu dapat digunakan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Redaksi)