Tutup Iklan X

Dua Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Yang Ditemukan di Perairan Jembrana Dikirim ke Banyuwangi untuk Identifikasi.

Pengiriman jenazah ini dilakukan menyusul dugaan kuat bahwa keduanya berkaitan dengan insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Proses penanganan terhadap dua jenazah yang ditemukan di perairan Kabupaten Jembrana, Bali, terus berlanjut. Pada Rabu, 4 Februari 2026, kedua jenazah yang sebelumnya sempat berada di RSUD Negara resmi diberangkatkan menuju RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, guna menjalani tahapan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Pengiriman jenazah ini dilakukan menyusul dugaan kuat bahwa keduanya berkaitan dengan insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Sebelum berangkat, tim Dokkes bersama Satreskrim Polres Jembrana terlebih dahulu menyelesaikan seluruh proses administrasi di RSUD Negara.

Diketahui, kedua jenazah itu ditemukan pada waktu yang berbeda. Jenazah pertama ditemukan mengapung di perairan Gilimanuk pada Minggu, 1 Februari 2026, sedangkan jenazah kedua dievakuasi dari pesisir Pantai Penginuman, Gilimanuk, pada Rabu pagi tanggal 4 Februari 2026.

Setelah proses pemindahan dari rumah sakit, kedua jenazah itu dibawa menggunakan ambulans Dokkes Polres Jembrana menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk menyeberang ke Banyuwangi.

Baca juga :  Tragedi di Pelabuhan Muncar, Nelayan 60 Tahun Meninggal Dunia Saat Kerja Menguras Kapal di Area Kolam.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, membenarkan penyerahan kedua jenazah tersebut kepada pihak Polda Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa koordinasi juga telah dilakukan dengan Polresta Banyuwangi agar proses penanganan dan identifikasi dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin.

“Dua temuan jenazah, baik yang ditemukan hari Minggu maupun tadi pagi, kami serahkan ke Polda Jatim. Ini karena ada indikasi kuat berkaitan dengan peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada Juli tahun lalu,” kata AKBP Kadek Citra.

Kapolres menjelaskan bahwa dugaan hubungan jenazah dengan peristiwa tenggelamnya kapal itu makin kuat karena penemuan jasad terjadi bersamaan dengan proses evakuasi bangkai kapal. Untuk itulah, identifikasi ilmiah diperlukan agar data korban dapat dipastikan secara akurat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima konfirmasi dari keluarga terkait identitas kedua jenazah tersebut. Masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang hilang dalam tragedi tersebut diminta segera melakukan koordinasi dengan Polresta Banyuwangi atau Polres Jembrana.

Baca juga :  Petani Banyuwangi yang Hanyut Ditemukan Meninggal di Laut Pengambengan Bali.

“Belum ada keluarga yang mengkonfirmasi. Kalau ada masyarakat yang merasa kehilangan, bisa langsung koordinasi dengan Polresta Banyuwangi atau melalui Polres Jembrana,” ujarnya.

Terkait informasi mengenai jenis kelamin maupun ciri fisik lain dari jenazah, AKBP Kadek Citra menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan detail tersebut karena tim DVI masih melakukan pemeriksaan menyeluruh.

“Semuanya masih menunggu hasil identifikasi medis secara lengkap oleh tim DVI,” katanya.  (Redaksi)