Tutup Iklan X

Identitas Remaja yang Ditemukan Tewas di Galian C Karangbendo Rogojampi Terungkap, Diduga Tersangkut Tanaman Air Saat Menyelam.

Remaja yang Ditemukan Tewas di Galian C Rogojampi Banyuwangi Terungkap, Diduga Tenggelam karena Kaki Tersangkut Tanaman Air. Foto: Jaenudin BanyuwangiHIts.id

BANYUWANGIHITS.ID – Bekas galian C yang berada di Dusun Krajan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, kembali memakan korban jiwa. Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat memancing di lokasi yang telah tergenang air menyerupai kolam dengan kedalaman hampir 1,5 meter.

Korban diketahui bernama Apris Oreza (23), warga Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Ia berangkat ke lokasi bersama dua rekannya sekitar pukul 02.00 WIB untuk memanah ikan. Sekitar pukul 03.00 WIB, ketiganya tiba di lokasi dan langsung menyelam tanpa menggunakan alat pengaman.

Kapolsek Rogojampi Kompol Imron menjelaskan, korban bersama dua rekannya memang berniat mencari ikan nila yang banyak berkembang biak di bekas galian tersebut.

“Korban bersama dua saksi tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung menyelam untuk memanah ikan tanpa menggunakan alat pengaman maupun pelampung, hanya berbekal senter kepala,” ungkap Kompol Imron, Senin (9/2/2026).

Beberapa menit kemudian, dua rekan korban menepi untuk beristirahat sekaligus menyimpan hasil tangkapan. Namun mereka menyadari senter kepala milik Apris tidak bergerak. Saat dipanggil, korban tidak memberikan respons.

Baca juga :  Insiden Kebakaran Motor di Sraten Cluring, Damkar Mat Sukses Padamkan Api.

Merasa curiga, salah satu rekannya mendekat dan menemukan korban dalam kondisi tenggelam.

“Saksi sempat berusaha menolong, tetapi kaki korban tersangkut tanaman ganggang di dasar kolam. Karena terlalu lama menyelam, saksi tidak kuat dan akhirnya meminta bantuan warga sekitar,” tegasnya.

Kedua rekan korban kemudian meminta bantuan warga setempat. Proses evakuasi berlangsung hampir dua jam. Setelah berhasil diangkat ke tepi galian, petugas Polsek Rogojampi bersama tim medis Puskesmas Badean melakukan pemeriksaan dan identifikasi sekitar pukul 06.30 WIB.

Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat kehabisan nafas karena tenggelam.

“Diduga korban tenggelam karena kakinya tersangkut tanaman ganggang di bawah air. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi,” tambah Kompol Imron. (Redaksi)