Industri Galangan Kapal Banyuwangi Tembus Pasar Eropa, Wabup Mujiono Serahkan Kapal Catamaran X38.

BANYUWANGIHITS.ID – Industri galangan kapal di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun. Tidak hanya melayani kebutuhan pasar domestik, galangan kapal di daerah ini juga telah memproduksi kapal pesanan dari Eropa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri sekaligus menyerahkan secara simbolis kapal survei katamaran produksi PT Lundin Industry Invest kepada pembeli, PT Rejeki Abadi Lestari, di Banyuwangi pada Senin (16/02/2026).
“Pemesanan kapal produksi lokal ini adalah bukti nyata bahwa industri perkapalan daerah telah memiliki standar kualitas yang kompetitif,” kata Mujiono.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa produk karya anak bangsa mampu bersaing di pasar internasional, baik dari aspek desain, teknologi, maupun ketahanan konstruksi kapal.
“Ini membuktikan industri kapal dalam negeri memiliki daya saing tinggi, kami berharap capaian ini semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah maritim sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Lundin Industry Invest, John Lundin, menjelaskan bahwa kapal yang diserahkan merupakan kapal survei tipe Catamaran X38 generasi terbaru.
Ia menyebutkan, proses pembangunan kapal tersebut memerlukan waktu kurang lebih enam bulan, dimulai dari tahap perancangan, pembuatan lambung, pemasangan mesin, hingga pelaksanaan uji kelayakan laut atau sea trial.
Secara teknis, kapal memiliki panjang keseluruhan (length overall/LOA) 12,50 meter dan lebar 4,60 meter, dengan draft nominal 0,70 meter serta displacement sekitar 7.000 kilogram.
Kapal ini dirancang agar tetap stabil saat beroperasi di perairan dangkal maupun laut terbuka. Desain katamaran dinilai memberikan keunggulan dalam hal stabilitas serta efisiensi bahan bakar dibandingkan kapal dengan lambung tunggal.
“Dari sisi daya jelajah, kapal dibekali kapasitas bahan bakar hingga 2.000 liter, memungkinkan operasional dalam durasi yang relatif panjang tanpa pengisian ulang,” katanya.
Selain itu, lanjut Lundin, kapal juga dilengkapi tangki air bersih berkapasitas 250 liter dan holding tank 200 liter untuk mendukung kebutuhan kru selama kegiatan survei berlangsung. Armada tersebut dirancang mampu mengangkut hingga 12 orang penumpang atau kru.
“Kami telah membuat 20 kapal jenis Katamaran, tetapi tipe terbaru ini jauh lebih baik dari yang lain, dengan konsumsi bahan bakar dan performa yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri maritim nasional, sekaligus memperlihatkan potensi besar sektor galangan kapal daerah dalam memperkuat kemandirian industri perkapalan Indonesia. (Redaksi)
