Regenerasi Barongsai Banyuwangi, Anak-Anak Tampil Memukau di Perayaan Imlek 2026.

BANYUWANGIHITS.ID – Perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026), berlangsung semarak. Perpaduan bunyi tambur, simbal, dan gong menggema, menghadirkan suasana meriah yang memikat ratusan warga yang hadir bersama keluarga.
Di tengah antusiasme penonton, perhatian tertuju pada para pemain muda yang tampil lincah di arena. Tiga barongsai dan dua liang-liong bergantian mempersembahkan atraksi penuh energi yang mengundang decak kagum. Suasana semakin hidup ketika sebuah barongsai berukuran kecil tampil percaya diri, memukau para penonton.
Di balik kostum barongsai mungil itu terdapat sosok Fikranaf Adhar Aswirajaya, siswa kelas 2 SD Negeri Model Banyuwangi. Bocah yang akrab disapa Fikran tersebut mengaku telah menyukai kesenian barongsai sejak setahun terakhir.
“Mulai latihan barongsai tahun 2025,” kata Fikran singkat usai tampil di Klenteng Hoo Tong Bio.
Fikran yang juga tercatat sebagai atlet wushu dikenal disiplin dalam berlatih. Dalam sepekan, ia mengikuti latihan rutin tiga kali, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Awalnya, keterlibatannya dalam barongsai bermula dari dorongan sang ibu. Namun kini, ia merasa bangga karena dapat memiliki banyak teman sekaligus tampil di berbagai acara.
“Udah tampil empat kali, seneng, nggak capek,” tutur Fikran sembari melempar senyum.
Regenerasi pemain muda juga terlihat dari kehadiran Aula Abidzam Putra Darmawan, siswa kelas 2 SDN Panderejo 3. Dalam pertunjukan tersebut, Aula berperan sebagai pemusik yang menjaga ritme permainan barongsai.
“Sudah mulai TK, diajak sama mas saya,” tutur Aula mengenai awal ketertarikannya pada alat musik tradisional pengiring barongsai.
Sama seperti Fikran, Aula pun menjalani latihan rutin tiga kali dalam seminggu. Ia mengaku selalu merasa senang setiap kali mendapat kesempatan tampil dan menghibur masyarakat dalam berbagai perayaan.
Keberanian dan semangat anak-anak ini menuai apresiasi dari warga yang menyaksikan langsung pertunjukan. Salah satunya Widyasari, warga Kecamatan Tegaldlimo, yang mengaku bangga melihat generasi muda berani tampil melestarikan budaya.
“Senang lihat anak-anak dari kecil sudah berani tampil. Barongsai jadi ada penerusnya,” ujar Widyasari.
Kehadiran para pemain cilik ini menjadi pertanda positif bahwa kesenian barongsai di Banyuwangi terus berkembang dan mengalami regenerasi yang baik. Di tangan generasi muda seperti Fikran dan Aula, tradisi ini terus tumbuh, menjaga semangat Imlek tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. (Redaksi)
