Tutup Iklan X

Kapolresta Banyuwangi Tampilkan Sikap Teladan Saat Dampingi Ulama Sepuh KH. Ikrom Hasan.

Kapolresta Banyuwangi, menunjukkan sikap hormat saat menuntun ulama sepuh, KH. Mohamad Ikrom Hasan. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Momen penuh keteladanan dan nilai adab tersaji di Gedung Mapolresta Banyuwangi pada Jumat siang (23/01/2026). Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Kapolresta Banyuwangi, menunjukkan sikap hormat saat menuntun ulama sepuh, KH. Mohamad Ikrom Hasan, ketika menuruni tangga dari lantai dua Mapolresta usai menggelar audiensi bersama Rumah Kebangsaan (RK) Banyuwangi.

Sikap tersebut menarik perhatian banyak pihak dan menjadi cerminan hubungan harmonis antara umaro dan ulama, sekaligus menggambarkan nilai santri yang kuat dalam diri seorang perwira tinggi Polri.

Dengan menggenggam tangan sang kiai, Kapolresta Banyuwangi berjalan perlahan menuruni anak tangga sambil memastikan keselamatan dan kenyamanan ulama yang dikenal luas sebagai tokoh kharismatik di Banyuwangi itu.

“Menuntun beliau adalah kewajiban adab santri kepada guru dan orang tua.
Doa dan restu para ulama adalah energi bagi kami dalam mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kombes Pol Rofiq.

Baca juga :  Truk BBM Pertamina Mogok di Sasak Tambong, Polisi Terapkan Buka Tutup Lalu Lintas.

Kapolresta yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian 2001 asal Magelang ini dikenal memiliki latar belakang pendidikan pesantren serta kedekatan emosional dengan para ulama. Nilai-nilai kesantunan, tawadhu, dan keteladanan menjadi pondasi dalam kepemimpinannya di lingkungan Polresta Banyuwangi.

  1. Ikrom Hasan pun menyatakan rasa harusnya atas sikap rendah hati yang ditampilkan oleh Kapolresta.

“Saya merasakan ketulusan beliau. Ini teladan baik bagi siapapun yang memegang amanah besar. Jika pemimpin tetap menjaga adab, insyaAllah keberkahan akan selalu menyertai,” tutur kiai alumni Salafiyah Syafiiyah Sukorejo itu.

Momen sederhana namun sarat makna ini menjadi pesan kuat bahwa kepemimpinan yang besar selalu berangkat dari kerendahan hati, penghormatan terhadap etika, dan nilai-nilai spiritual yang tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari.  (Redaksi)