Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut di Aliran Dam Pugak Kemiren.

BANYUWANGIHITS.ID – Warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah digegerkan oleh penemuan mayat seorang laki-laki tanpa identitas di aliran Sungai Gulung (Dam Pugak) pada Minggu sore (18/1/2026). Penemuan jasad ini pertama kali dilaporkan sekitar pukul 17.00 WIB setelah seorang warga melihat tubuh yang tersangkut di sungai.
Kejadian itu diketahui setelah seorang saksi bernama Ahmad Gufron (33), yang berada di sekitar aliran sungai untuk mencari buah kelapa hanyut, menemukan sesosok mayat yang tersangkut di arus sungai. Lokasi penemuan berada di RT 05/RW 03 Dusun Kemiren, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Menurut saksi, kondisi jenazah terlihat sudah mengambang dan tersangkut di aliran sungai saat ia tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB sebelum kemudian memberitahukan temuan itu kepada Kepala Desa Kemiren, Moh. Arifin, yang selanjutnya melaporkan kejadian kepada petugas kepolisian setempat.
Personel Polsek Glagah bersama tim gabungan dari Polresta Banyuwangi, Basarnas, Damkar Banyuwangi, dan masyarakat segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Evakuasi sempat terkendala karena posisi jenazah berada di aliran sungai, namun akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 18.50 WIB dan dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi menggunakan ambulance Desa Kemiren sekitar pukul 19.30 WIB.
Hasil pemeriksaan luar jenazah oleh tim medis RSUD Blambangan yang dipimpin oleh dr. M. Azmi menunjukkan bahwa korban adalah laki-laki paruh baya dengan tinggi sekitar 170 cm. Jenazah memperlihatkan kondisi pembengkakan, lidah dan jari yang bengkak, serta terdapat memar di pinggang kanan yang diduga akibat benturan batu sungai. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Sekitar pukul 20.25 WIB, ada warga yang mengaku kehilangan anggota keluarga setelah dilakukan pengecekan identitas, dan jenazah akhirnya terkonfirmasi sebagai Raji (84), warga Dusun Mondoluko, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Korban merupakan buruh harian lepas yang dilaporkan telah meninggalkan rumah sekitar tujuh hari sebelumnya dan diketahui mengalami pikun.
Menurut keterangan keluarga, korban telah hilang sejak beberapa hari lalu dan memiliki riwayat kondisi pikun, yang kemungkinan menjadi faktor saat ia pergi dari rumah. Setelah identifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan tanpa dilakukan otopsi dengan persetujuan keluarga. (DIN/SUC)
