OJK Jember Fasilitasi 5.635 Nelayan Banyuwangi Akses Modal Rp 117 Miliar Lewat Program Osing

BANYUWANGIHITS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus mendorong terwujudnya keuangan inklusif di Banyuwangi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi pengembangan usaha bagi ribuan nelayan melalui akses pembiayaan formal.
Di Banyuwangi, OJK menghadirkan program Stop Rentenir “Osing” (Ojo Isin Isun ngamprah ning bank/Jangan Malu Pinjam ke Bank). Melalui program tersebut, sebanyak 5.635 nelayan telah mendapatkan akses pendanaan dengan total mencapai Rp 117 miliar dari berbagai perbankan untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan harapannya agar program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
“Kami berharap program OJK yang membuka akses keuangan bagi para nelayan daerah terus berlanjut. Kalau bisa berlanjut bagi pelaku usaha non formal lainnya di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk saat bertemu dengan Tim OJK Jember di Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (16/4/2026).
Kepala OJK Jember, Aris, menjelaskan bahwa program Osing dilatarbelakangi oleh masih rendahnya literasi keuangan di kalangan nelayan, sehingga mereka rentan terjerat praktik rentenir. Karena itu, OJK hadir untuk memberikan solusi pembiayaan yang lebih aman dan terjangkau.
“Program ini untuk mencegah masyarakat tidak ke rentenir untuk mendapat pembiayaan. Dengan program Osing, masyarakat pesisir bisa terakses pembiayaan bahkan bisa melakukan hilirisasi ekonomi selain mencari ikan di laut,” terang Aris.
Selain sektor perikanan, OJK Jember juga mulai membidik penguatan ekosistem keuangan di sektor pariwisata Banyuwangi yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
“Kami siap mendukung pariwisata Banyuwangi dengan cara mendukung para stakeholder wisata,” pungkas Aris. (Redaksi)
