Permohonan Paspor Umroh dan Haji di Banyuwangi Tetap Tinggi Meski Geopolitik Timur Tengah Memanas.

BANYUWANGIHITS.ID – Kantor Imigrasi Kelas III TPI Banyuwangi mencatat ribuan warga tetap mengajukan permohonan paspor untuk keperluan umrah dan haji hingga Kamis (16/4/2026), meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas. Eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat untuk beribadah ke tanah suci.
Berdasarkan data dalam hampir empat bulan terakhir, tren permohonan paspor menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Ketegangan di kawasan Teluk dilaporkan belum berdampak terhadap volume layanan dokumen perjalanan di wilayah kerja Imigrasi Banyuwangi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Banyuwangi, Muhammad Ervan Lesmana, memaparkan jumlah penerbitan paspor sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026 yang terus mengalami peningkatan.
“Sampai sekarang geopolitik yang ditimbulkan oleh peperangan antara Iran, Israel dan Amerika belum berdampak pada penerbitan paspor umroh dan haji di imigrasi Banyuwangi. Dari Januari sampai 15 April itu haji ada sekitar 190 terus umrah itu sekitar 980 an di 2026 ini,” terang Ervan.
Selain untuk keperluan ibadah, permohonan paspor juga datang dari masyarakat yang hendak bepergian ke luar negeri untuk tujuan wisata. Dari hasil rekapitulasi, jumlahnya juga tergolong cukup besar.
“Saya hitung dengan rincian data real di rekap kami sebanyak 191 penerbitan paspor haji, 996 paspor umroh dan 500 paspor wisata. Total penerbitan paspor selama kurang dari 4 bulan sebanyak 1.687,” imbuh Ervan.
Tingginya angka permohonan ini turut didukung kemudahan layanan berbasis digital yang disediakan oleh pihak imigrasi. Melalui aplikasi M-Paspor, masyarakat dapat mengurus dokumen secara mandiri sebelum datang ke kantor.
“Kami ada layanan M Paspor jadi pemohon ini ada yang mendapat layanan M Paspor tanpa harus datang mereka sudah bisa melengkapi berkas-berkas dan ketika datang kesini mereka bisa langsung dilayani,” lanjutnya.
Selain itu, Imigrasi Banyuwangi juga menghadirkan layanan jemput bola melalui program Laros Wangi untuk membantu kelompok rentan, seperti lansia atau warga dengan keterbatasan akses transportasi.
Keberadaan Kantor Imigrasi Banyuwangi sendiri dinilai semakin mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen perjalanan, sekaligus mendukung mobilitas warga untuk berbagai keperluan ke luar negeri. (Redaksi)
