Tutup Iklan X

Penumpang KMP Wicitra Dharma 3 Meninggal Mendadak Saat Berlayar Menuju Banyuwangi.

Seorang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Wicitra Dharma 3 meninggal dunia dalam perjalanan menuju Pelabuhan PT ASDP Ketapang. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Seorang penumpang kapal bernama Deka Arisandi dinyatakan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi ketika Kapal Motor Penumpang (KMP) Wicitra Dharma 3 tengah dalam perjalanan menuju Pelabuhan PT ASDP Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 10 Februari 2026, tak lama setelah kapal berangkat dari Pelabuhan PT ASDP Gilimanuk, Bali.

Kejadian bermula ketika kondisi tubuh korban tiba-tiba melemah dan ia ditemukan tergeletak di lantai ruangan penumpang kapal. Suasana di dalam kapal pun langsung tegang setelah kejadian itu terungkap.

KMP Wicitra Dharma 3 sebelumnya berangkat dari Dermaga MB 3 Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 02:44 WITA, namun sekitar 30 menit kemudian suasana di dalam kapal mendadak heboh setelah Deka mengalami kondisi darurat medis.

“Salah satu rekan korban, Sugeng Riadi, melaporkan kepada ABK bahwa korban tiba-tiba lemas dan tergeletak di lantai ruang penumpang sisi lambung kiri kapal,” ungkap Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo.

Baca juga :  Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Rumah di Pakistaji Banyuwangi, Kerugian Capai Rp100 Juta.

Mengetahui kondisi korban yang semakin memburuk, pihak kapal langsung menghubungi petugas darat untuk meminta bantuan. Tak lama kemudian, tepatnya sekitar pukul 03:20 WITA, kapal meminta izin untuk kembali ke pangkalan (return to base) guna melakukan evakuasi karena adanya kasus medis darurat.

Kapal akhirnya kembali bersandar di Dermaga MB 3 Pelabuhan Gilimanuk pada sekitar pukul 03:40 WITA, dan personel gabungan dari unsur terkait segera naik ke kapal untuk memberikan pertolongan pertama kepada Deka. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal oleh petugas, korban dinyatakan sudah tidak bernapas dan tidak ditemukan denyut nadi.

“Dari hasil pemeriksaan awal oleh petugas medis, korban diketahui sudah tidak bernafas dan tidak ditemukan denyut nadi,” jelas Danposal Gilimanuk.

Untuk memastikan kondisi korban, jenazah Deka Arisandi kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Gilimanuk. Sesampainya di fasilitas kesehatan tersebut, dokter jaga melakukan pemeriksaan lanjutan dan menyatakan bahwa korban telah menghembuskan napas terakhirnya.

“Penyebab meninggalnya korban masih belum diketahui secara pasti. Saat ini jenazah korban masih ditangani pihak medis dan kepolisian, sembari dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga,” pungkas Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo.  (Redaksi)