Tutup Iklan X

Perayaan HUT ke-242 Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi Hadirkan “Euni Kimsin”, Satukan Rupang Lintas Provinsi.

Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi merayakan hari jadinya yang ke-242. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Klenteng Hoo Tong Bio di Banyuwangi, salah satu klenteng tertua di Jawa Timur dan Bali, merayakan hari jadinya yang ke-242 pada Kamis (16/4/2026) dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Perayaan kali ini mengusung tema “Euni Kimsin”, yakni menghadirkan delapan rupang atau perwujudan dewa-dewi dari berbagai kelenteng lintas provinsi dalam satu altar. Konsep ini menciptakan suasana spiritual yang megah dan terbilang langka, karena mempertemukan berbagai ikon keagamaan dalam satu lokasi.

Bagi pecinta wisata sejarah dan budaya, momen ini menjadi kesempatan istimewa untuk menyaksikan keberagaman ikonografi dewa-dewi Tionghoa secara langsung. Rupang-rupang tersebut didatangkan dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Jember, Madiun, Pamekasan, Bangkalan, dan Surabaya, serta dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Biasanya tamu datang tanpa membawa rupang, namun tahun ini setiap kelenteng membawa rupang-nya masing-masing ke altar Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin,” kata pengurus Klenteng Hoo Tong Bio, Alexander, Kamis (16/4/2026).

Baca juga :  Banyuwangi Diserbu 240 Ribu Wisatawan saat Lebaran 2026, Kunjungan Naik 3 Kali Lipat.

Selain menjadi bagian dari ritual keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi besar bagi umat dan pengurus kelenteng dari berbagai daerah. Perayaan ini sekaligus menampilkan bagaimana tradisi dan kebersamaan terus dirawat di Banyuwangi.

Pengunjung juga berkesempatan melihat berbagai rupang utama dari klenteng lain, seperti Dewi Kwan Im hingga dewa-dewa pelindung daerah, yang ditempatkan berdampingan dengan rupang utama tuan rumah, yakni Kongco Tan Hu Cin Jin.

Adapun rangkaian kegiatan yang dapat disaksikan masyarakat dan wisatawan meliputi prosesi kedatangan serta penyambutan rupang dari luar kota pada Kamis (16/4/2026), kemudian dilanjutkan dengan sembahyang bersama sebagai puncak perayaan pada Jumat (17/4/2026).

Sebagai tempat ibadah, pengunjung diimbau untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku. Wisatawan diharapkan mengenakan pakaian sopan dan tertutup selama berada di area klenteng. Selain itu, pengambilan foto terutama di area altar utama perlu dilakukan dengan izin dari pengurus.

Klenteng Hoo Tong Bio sendiri berlokasi di kawasan Karangrejo, pusat Kota Banyuwangi, dan mudah diakses baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Klenteng ini telah berdiri sejak tahun 1784 dan menjadi salah satu cagar budaya serta destinasi wisata religi penting di daerah tersebut. (Redaksi)