Warung di Banyuwangi Terbakar Akibat Kebocoran Gas, Dua Korban Alami Luka Ringan.

BANYUWANGI – Kebakaran terjadi di Warung Darplok Sritanjung yang berlokasi di Jalan Dadali Putih No.16, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, pada Kamis (26/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.55 WIB dan segera dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran pada pukul 20.01 WIB. Tim dari Regu Brama 1 langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 20.05 WIB dan tiba hanya dalam waktu empat menit, tepatnya pukul 20.09 WIB.
Petugas segera melakukan penanganan pada pukul 20.10 WIB dan berhasil memadamkan api dengan cepat pada pukul 20.12 WIB. Proses penanganan dilanjutkan hingga dinyatakan selesai pada pukul 20.28 WIB untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Objek yang terbakar merupakan bagian warung dengan luas area sekitar 1 x 2 meter. Kebakaran ini diduga berasal dari kebocoran regulator gas LPG saat aktivitas memasak berlangsung. Api kemudian menjalar ke bagian atas, tepatnya pada terpal yang digunakan sebagai penutup area jualan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, seorang warga melihat api muncul dari katup tabung gas dan dengan cepat membesar ke arah atas. Sepasang suami istri yang berada di lokasi sempat tersambar api pada bagian tangan. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan pasir dan kain basah, namun api belum dapat dikendalikan.
Pelapor bernama Totok Subagio kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sementara itu, korban pasangan suami istri segera dilarikan ke RSUD Blambangan oleh warga untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas melakukan serangkaian penanganan, mulai dari pemantauan komunikasi, pengamatan visual di lokasi, hingga pemadaman menggunakan peralatan selang dengan satu nozel yang terhubung ke unit pemadam. Setelah api berhasil dipadamkan, tim juga melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah penyalaan kembali.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, dua orang mengalami luka ringan, yakni pemilik warung Muhammad dan istrinya, Siswana.
Kerugian materiil meliputi kompor, atap terpal, tabung gas, serta peralatan memasak lainnya dengan estimasi kerugian sekitar Rp600 ribu.
Sebanyak tujuh personel dari Regu Brama 1 dan Redkar diterjunkan dalam penanganan ini, dengan dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran, yakni Ayaax 03 dan Firedome 05. Warga sekitar juga turut membantu proses penanganan di lokasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman, namun dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas LPG. (Redaksi)
