Tutup Iklan X

Ini Dampak Buruk Pernikahan Dini

Ilustrasi Pernikahan Dini. ( Foto: Istimewa/ Ikhwan/Banyuwangi Hits)
Ilustrasi Pernikahan Dini. ( Foto: Istimewa/ Ikhwan/Banyuwangi Hits)

BANYUWANGI, Banyuwangihits – Pernikahan dini di Banyuwangi masih marak terjadi. Di sepanjang tahun 2021 terhitung dari Januari hingga Juni ada sebanyak 99 kasus pernikahan dini.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten setempat, Luqman Al Hakim menyebut bila pernikahan diusia yang belum matang membawa sejumlah dampak buruk.

Terlebih puluhan kasus yang terjadi di Banyuwangi merupakan perkawinan pertama. Sehingga dampak buruknya yakni dari segi kesehatan serta psikologis anak itu sendiri.

“Jadi kalau di pelayanan KB itu ada 4 terlalu yang harus dihindari. Salah satunya adalah hamil terlalu muda. Jika terlanjur menikah diusia dibawah 21 tahun maka dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi, biar tidak terjadi kelahiran dibawah usia itu. Tujuannya bukan untuk melarang tapi untuk mengatur serta mengendalikan,” katanya.

Mengingat, kata Luqman, diusia tersebut kondisi alat reproduksi juga masih belum cukup mampu. Kemudian juga untuk mencegah terjadinya pendarahan. Kemudian psikologis perkawinan serta ekonominya juga belum siap. Sehingga hal tersebut dapat memicu keretakan rumah tangga yang dapat berdampak pada banyaknya angka perceraian.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...