TWA Kawah Ijen Banyuwangi Ditutup Total Selama Delapan Hari untuk Evaluasi dan Keamanan.

BANYUWANGIHITS.ID – Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen resmi ditutup sepenuhnya selama delapan hari, berlaku 19–26 Februari 2026. Penutupan ini diumumkan secara resmi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim).
Kebijakan tersebut tidak hanya menghentikan kegiatan wisata, tetapi juga seluruh aktivitas pendakian, penelitian, maupun kegiatan pendidikan di kawasan itu sampai masa penutupan berakhir.
Keputusan menutup kawasan ini tetap berlaku meskipun pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang, Muhammad Dzikri Maulana (16), telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR gabungan.
Penutupan jalur pendakian dan seluruh akses kunjungan didasarkan pada surat resmi bernomor PG.422/K.2-BIDTEK/KSA.04.01/B/2/2026 yang ditandatangani oleh Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan. Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa penutupan dilakukan untuk mendukung proses pencarian pendaki yang sempat hilang sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan pengamanan kawasan.
Kepala Seksi V BBKSDA Banyuwangi, Dwi P Sugiarto, menegaskan bahwa penerapan kebijakan penutupan tetap berjalan sesuai jadwal meskipun proses pencarian telah selesai.
“Penutupan masih berlaku karena kami perlu melakukan evaluasi dan perbaikan ke depan,” kata Dwi.
Sementara itu, Kepala TWA Kawah Ijen, Rusdi Santoso, menjelaskan bahwa selama periode penutupan, semua aktivitas kunjungan dilarang tanpa pengecualian.
Artinya, tidak ada pendakian, kunjungan wisata, kegiatan penelitian, maupun aktivitas pendidikan yang diperbolehkan masuk ke dalam kawasan. Pengelola juga menutup seluruh akses jalur pendakian untuk mencegah pengunjung nekat masuk.
Menurut Rusdi, langkah tegas ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pihak pengelola untuk memastikan keamanan dan keselamatan para pengunjung di masa mendatang.
“Kami meminta masyarakat dan wisatawan memahami kebijakan ini sebagai upaya evaluasi dan pembenahan,” ujarnya.
Penutupan total TWA Kawah Ijen menjadi momen penting bagi pihak pengelola untuk melakukan evaluasi mendalam, terutama terkait standar operasional prosedur pendakian dan sistem pengawasan kawasan. Insiden seorang pendaki yang sempat hilang menjadi pelajaran bahwa kawasan konservasi dengan medan ekstrim seperti Kawah Ijen membutuhkan pengawasan ketat dan kedisiplinan tinggi dari pengunjung.
Kawah Ijen sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur, yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara melalui fenomena blue fire dan panorama kawah belerang. Namun kondisi geografis seperti jalur menanjak, suhu dingin, serta potensi paparan gas belerang membuat kawasan ini memiliki risiko tinggi bila tidak dikelola dengan ketat.
BBKSDA Jatim mengimbau bagi wisatawan yang telah merencanakan kunjungan pada periode 19–26 Februari 2026 untuk menyesuaikan kembali jadwal perjalanan mereka. Informasi resmi mengenai pembukaan kembali kawasan akan diumumkan setelah masa evaluasi selesai.
Dengan penutupan total ini, pihak pengelola berharap sistem keamanan, pengawasan, dan pelayanan di Kawah Ijen semakin optimal sehingga keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. (Redaksi)
