Tutup Iklan X

Warga Genteng Kulon Digegerkan Penemuan Jenazah Lansia di Kamar Mandi.

Pria lanjut usia ditemukan meninggal di kamar mandi rumahnya di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Foto: Jaenudin BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Warga Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya, Kamis (7/5/2026).

Korban diketahui bernama Sutrisno (72), seorang petani yang tinggal seorang diri di rumahnya di Dusun Kopen RT 13/RW 02, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, menjelaskan bahwa penemuan jasad korban bermula saat saksi bernama Karnoto yang sehari-hari membantu membersihkan halaman rumah korban mencium bau tidak sedap dari area rumah.

“Awalnya saksi Kartono yang kesehariannya membersihkan halaman rumah Sdr. Sutrisno ( orang yang meninggal), mendapati adanya bau busuk di area rumah Sdr. Sutrisno sehingga Kartono segera mencari sumber bau tersebut dengan masuk ke dalam bagian rumah antara lain kamar dan ruang tamu namun saat berada di dapur bau terasa menyengat dan saat beranjak di kamar mandi tepatnya di WC didapati Sdr. Sutrisno sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi duduk dan tubuhnya bersandar pada tembok,” demikian keterangan dalam laporan kepolisian.

Baca juga :  Kebakaran Dapur Usaha Kuliner di Banyuwangi, Diduga Dipicu Kebocoran LPG Akibatkan Dua Karyawan Terluka.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah membiru dan sebagian tubuh dipenuhi belatung. Petugas kepolisian bersama tenaga medis kemudian melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD Genteng untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari RSUD Genteng oleh dr. Junaedi Malik, korban dipastikan meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polisi memperkirakan korban telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan, yakni sejak Senin (4/5/2026). Hal itu diperkuat dari kondisi jenazah saat ditemukan di lokasi kejadian.

Pihak keluarga yang diwakili keponakan korban, R. Erica Anggraini, serta sepupu korban, Pak Suryo, menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan tidak menuntut proses hukum maupun otopsi terhadap jenazah korban.

“Bahwasanya Sdr. Sutrisno meninggal karena sakit dan baru disadari empat hari kemudian dan pihak keluarga tidak menuntut untuk diusut secara prosedur hukum yang berlaku serta menolak dilakukan otopsi,” tulis pernyataan keluarga dalam laporan tersebut.

Dalam penanganan kejadian ini, Polsek Genteng melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi, menghubungi pihak keluarga, hingga melakukan evakuasi korban ke RSUD Genteng. (DIN/SUC)