Tutup Iklan X

Pagelaran Wayang Kulit Sebagai Obat Rindu Penikmat Wayang di Banyuwangi

Kolaborasi Tiga Dalang Yang Memainkan Wayang Secara Bersama Yakni Dalang Ki Sanggit Abhillawa, Ki Galih Kidung Wibowo, dan Ki Edo Sabdo Carito, Dalam Pagelaran Wayang  Yang Digelar di Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo (dok HUMAS Pemkab Banyuwangi)
Kolaborasi Tiga Dalang Yang Memainkan Wayang Secara Bersama Yakni Dalang Ki Sanggit Abhillawa, Ki Galih Kidung Wibowo, dan Ki Edo Sabdo Carito, Dalam Pagelaran Wayang Yang Digelar di Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo (dok HUMAS Pemkab Banyuwangi)

BANYUWANGI – Pagelaran wayang kulit kembali memeriahkan Banyuwangi Festival 2021. Even ini juga menjadi pengobat rindu para penikmat wayang di Banyuwangi yang ingin menonton secara langsung, namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Penonton yang berdatangan dibuat takjub dengan kolaborasi tiga dalang yang memainkan wayang secara bersama yakni Dalang Ki Sanggit Abhillawa, Ki Galih Kidung Wibowo, dan Ki Edo Sabdo Carito. Pagelaran wayang tersebut digelar di Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Rabu malam (7/4/2021).

Ketiga dalang tersebut tampil atraktif dengan mengangkat judul Ampak-ampak Manahilan. Mengisahkan penyesalan raksasa yang melakukan peperangan balas dendam di hutan manahilan dengan cara licik. Meski mengerahkan segala kekuatan, namun sang raksasa tetap kalah dengan kesatria kebenaran.

Ketua panitia Festival Wayang Kulit Punjul Ismu Wardoyo, mengatakan pagelaran ini merupakan bentuk semangat seniman wayang kulit bangkit setelah pagelaran wayang sempat terhenti akibat pandemi covid-19.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

Berita Terkait