BPJS Kesehatan Banyuwangi Gandeng Perangkat Desa Situbondo, Pastikan Data Kepesertaan JKN Tepat Sasaran.

BANYUWANGIHITS.ID – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi terus berupaya memperluas jangkauan informasi kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kabupaten Situbondo. Langkah strategis ini diwujudkan melalui sosialisasi intensif yang melibatkan perangkat desa di Kantor Kecamatan Asembagus, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Pusat Statistik (BPS) Situbondo, serta seluruh perangkat desa di wilayah Kecamatan Asembagus. Fokus utama pertemuan ini adalah optimalisasi pemutakhiran data, terutama bagi segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, menjelaskan bahwa keakuratan data sangat krusial agar subsidi iuran pemerintah benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah saat ini terus melakukan pemutakhiran Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penetapan peserta PBI JK. Proses tersebut berdampak pada penonaktifan sementara sebagian peserta, sehingga dibutuhkan peran aktif pemerintah daerah dan perangkat desa untuk memastikan masyarakat yang layak kembali terdaftar dan mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Masrur.
Masrur menekankan bahwa perlindungan kesehatan adalah kewajiban bagi seluruh warga negara agar tidak terjerat kesulitan finansial saat jatuh sakit. Ia juga mendorong perangkat desa untuk lebih melek teknologi dengan memanfaatkan aplikasi Mobile JKN guna memantau status kepesertaan warga secara real-time.
Dukungan serupa datang dari Camat Asembagus, Faishol Afandi. Ia menilai perangkat desa adalah ujung tombak dalam melakukan verifikasi dan pengusulan warga yang layak menerima bantuan. Selain bantuan pusat, Situbondo juga memiliki instrumen perlindungan tambahan.
“Kabupaten Situbondo juga memiliki program daerah sebagai pelengkap PBI JK untuk mengakomodasi warga yang belum tercover bantuan pusat melalui Program Berantas. Program ini diharapkan mampu menjamin akses pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” kata Faishol.
Manfaat nyata dari program JKN turut dirasakan oleh tenaga lapangan. Intifanus Samsussuro, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Arjasa yang hadir dalam acara tersebut, mengaku kini lebih paham mengenai mekanisme reaktivasi peserta. Ia pun membagikan pengalaman pribadinya dalam mengakses layanan kesehatan yang kini jauh lebih praktis.
“Saya sering menginformasikan kepada warga tentang manfaat BPJS Kesehatan. Saya dan keluarga juga pernah menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat, tidak ada kendala, bahkan cukup menggunakan KTP saat berobat saja sudah bisa,” ujarnya.
Melalui sinergi ini, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan keadilan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Situbondo. (Redaksi)
