Jangan Tergiur Pinjaman Kilat, Pemkab Banyuwangi Gencarkan Sosialisasi Anti-Pinjol di Ruang Publik.

BANYUWANGIHITS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak terjebak rayuan pinjaman instan ilegal. Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul tren peningkatan konsumsi rumah tangga yang biasanya melonjak tajam saat memasuki momen Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri.
Pesan edukasi ini disiarkan secara masif melalui pengeras suara di lokasi-lokasi strategis, seperti Simpang Lima Kota Banyuwangi dan sejumlah persimpangan lampu merah utama. Hal ini bertujuan agar warga tetap waspada di tengah tingginya kebutuhan ekonomi menjelang hari raya.
Kabag Perekonomian Setda Banyuwangi, Heny Sugiharti, menjelaskan bahwa rutinitas ini merupakan bagian dari upaya perlindungan konsumen.
“Setiap menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami secara rutin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjol ilegal,” kata Heny Sugiharti, Kamis (26/2/2026).
Heny menekankan bahwa oknum pinjaman online (pinjol) ilegal sering memanfaatkan momentum Ramadhan untuk menjaring korban dengan janji pencairan dana kilat dan syarat yang sangat sederhana. Namun, dibalik kemudahan tersebut, terdapat risiko bunga selangit, denda yang tidak logis, hingga penagihan yang disertai ancaman.
“Pastikan terlebih dahulu legalitasnya dan cek apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Jangan sampai kebutuhan sesaat justru menimbulkan masalah berkepanjangan,” tambahnya.
Selain di ruang publik, edukasi literasi keuangan ini juga digencarkan melalui platform media sosial resmi pemerintah, siaran radio, hingga jaringan perangkat desa dan kelurahan. Masyarakat juga diminta untuk tidak sembarangan mengeklik tautan asing atau memberikan akses data pribadi pada aplikasi yang tidak jelas legalitasnya.
Sebagai alternatif aman bagi warga yang mendesak memerlukan dana, Pemkab menyarankan untuk mengakses lembaga resmi seperti perbankan atau koperasi yang terdaftar.
“Jika terdesak, memanfaatkan layanan keuangan resmi seperti koperasi atau lembaga perbankan terpercaya dapat menjadi solusi,” kata Heny.
Heny berharap dengan adanya literasi ini, warga Banyuwangi dapat merayakan lebaran dengan lebih tenang tanpa harus terbebani oleh hutang yang merugikan di kemudian hari.
“Dengan literasi keuangan yang baik dan kewaspadaan bersama, diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tanpa beban utang yang merugikan,” tandasnya. (Redaksi)
