Cincin Nyangkut di Jari, Remaja Desa Genteng Minta Bantuan Damkar.

BANYUWANGIHITS.ID – Peristiwa tak biasa dialami seorang remaja di Banyuwangi. Akibat cincin berbahan platinum yang tersangkut di jari manisnya, Ayu Pandan Utami (18), warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, harus meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Ayu mendatangi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar Mat) Banyuwangi setelah jarinya mengalami pembengkakan akibat cincin yang tidak bisa dilepas dan menghambat aliran darah.
Peristiwa ini bermula saat Ayu iseng memasukkan jarinya ke dalam cincin pada Minggu sore (12/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, setelah itu cincin tidak dapat dilepaskan meski telah dicoba dengan berbagai cara.
Upaya mandiri seperti menggunakan sabun hingga teknik sederhana lainnya tidak berhasil. Kondisi jari yang semakin membengkak membuat Ayu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas Damkar Mat.
Petugas Damkar Mat Sektor Genteng, Irfan Muhlisi, mengatakan bahwa laporan sebenarnya sudah diterima sejak sore hari. Namun penanganan baru dilakukan pada malam hari saat korban datang langsung ke kantor.
“Kami dapat laporan sore, namun penanganan baru bisa dilakukan sekitar pukul 20.00 saat korban datang ke kantor kami,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan kondisi jari korban serta memberikan penjelasan terkait prosedur penanganan dan risiko yang mungkin terjadi.
Menurut Irfan, cincin yang sudah terlalu ketat tidak memungkinkan untuk dilepas secara manual sehingga harus dilakukan pemotongan menggunakan alat khusus.
“Korban mengaku sudah mencoba berbagai cara, namun tidak bisa. Satu-satunya cara ring itu harus dipotong,” jelasnya.
Setelah mendapatkan persetujuan dari korban, petugas kemudian melakukan pemotongan menggunakan mini grinder atau gerinda kecil. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit dengan penuh kehati-hatian.
Dalam proses tersebut, tim bekerja secara kolaboratif untuk meminimalkan risiko cedera. Salah satu petugas bertugas menyemprotkan air secara berkala guna mengurangi panas akibat gesekan alat terhadap cincin.
“Kami bekerja sama, ada yang menyemprotkan air supaya tidak menimbulkan rasa panas akibat gesekan gerinda. Alhamdulillah berhasil dipotong tanpa menimbulkan luka pada jari pemilik,” ungkap Irfan.
Beruntung, proses pelepasan cincin berjalan lancar tanpa menyebabkan luka serius pada jari korban. Setelah penanganan selesai, petugas juga memberikan edukasi agar masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan benda asing, terutama yang berpotensi mengganggu sirkulasi darah.
“Ini beruntung bisa dicopot. Tapi kalau kondisinya fatal, bisa berisiko pada kesehatan yang bersangkutan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan sederhana seperti memakai cincin yang tidak sesuai ukuran dapat berujung pada kondisi darurat. Di sisi lain, kejadian ini juga menunjukkan peran penting Damkarmat yang tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan nonkebakaran di masyarakat. (Redaksi)
