Tutup Iklan X

Pavingisasi Mandek, Warga Sembulung Banyuwangi Lanjutkan Aksi Protes dengan Pasang Banner.

Aksi protes warga terhadap pengerjaan proyek pavingisasi jalan di Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Aksi protes warga terhadap pengerjaan proyek pavingisasi jalan di Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi terus memuncak setelah warga merasa proyek tersebut tergesa-gesa mangkrak dan belum juga dilanjutkan oleh pemerintah desa setempat.

Warga setempat sebelumnya melakukan bentuk kritik yang unik dan tak biasa dengan menata ribuan batu paving yang sudah dibeli dan ditumpuk selama berbulan-bulan menjadi susunan menyerupai bangunan seperti candi dan gapura di sepanjang jalan kampung. Aksi kreatif ini menjadi sindiran simbolis masyarakat terhadap stagnasi pekerjaan proyek jalan tersebut.

Namun, hingga kini aksi protes tersebut masih belum ditanggapi oleh pemerintah desa, sehingga warga kembali mengembangkan ekspresi aspirasi mereka melalui cara baru.

Menurut salah seorang warga, Jaenudin, setelah warga menyusun paving menyerupai bentuk candi, mereka kini melanjutkan protes dengan memasang banner di lokasi aksi. Dalam banner itu, warga menuliskan pesan yang menggambarkan keprihatinan mereka atas belum selesainya proyek tersebut.

Baca juga :  Pemerintah Siapkan Perluasan Digitalisasi Bansos ke 41 Daerah, Banyuwangi Diminta Bagikan Kiat Sukses.

“Ini bentuk aksi protes kami terhadap pemerintah desa karena proyek pavingisasi tak kunjung dikerjakan,” jelas Jaenudin.

Jaenudin menjelaskan bahwa proyek pavingisasi itu sejatinya direncanakan untuk selesai pada tahun 2025, namun hingga awal tahun 2026 pekerjaan tersebut masih belum berjalan kembali. Ia menilai hal ini sangat disayangkan karena pembangunan jalan tersebut sudah lama dinantikan oleh masyarakat dan diharapkan dapat memberi manfaat nyata untuk aktivitas warga sehari-hari.

“Seharusnya sudah dikerjakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap agar pemerintah desa segera menindaklanjuti persoalan ini agar pengerjaan proyek pavingisasi dapat dilanjutkan tanpa menimbulkan kekecewaan lebih panjang di tengah masyarakat.

 

“Inginnya cepat dikerjakan untuk kepentingan bersama,” tuturnya pada Kamis, 5 Februari 2026.

Aksi kreatif warga ini bermula dari kekecewaan warga atas jalan desa yang tak kunjung diperbaiki, sementara material paving sudah bertumpuk di lokasi selama lebih dari enam bulan, bahkan sebagian meluber ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga. (Redaksi)