Tutup Iklan X

Operasi Katarak Gratis di PMI Banyuwangi Diserbu Ratusan Masyarakat.

PMI Kabupaten Banyuwangi yang berkolaborasi dengan John Fawcett Foundation (JFF) Indonesia mengadakan bakti sosial pelayanan kesehatan mata gratis. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Ratusan warga memadati Markas PMI Banyuwangi untuk mengikuti kegiatan bakti sosial (baksos) pelayanan kesehatan mata gratis. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan mata, pemberian obat dan kacamata, pemasangan bola mata palsu, hingga operasi katarak.

Kegiatan ini merupakan baksos tahap pertama tahun 2026 hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kesehatan, PMI Kabupaten Banyuwangi, dan John Fawcett Foundation (JFF) Indonesia. Program tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 28 April hingga 2 Mei 2026.

Ketua JFF Indonesia, Gede Bingin, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026), menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan, khususnya akibat katarak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, H. Amir Hidayat, turut menyampaikan apresiasi kepada JFF Indonesia, tim medis, serta para relawan yang terlibat. Ia menyebutkan kegiatan ini telah berjalan selama 12 tahun dan kini memasuki penyelenggaraan ke-21.

Baca juga :  Kebakaran Dapur Usaha Kuliner di Banyuwangi, Diduga Dipicu Kebocoran LPG Akibatkan Dua Karyawan Terluka.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa baksos ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama PMI dan JFF dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Peningkatan kesehatan mata akan berdampak langsung pada produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Sejak pertama kali digelar, program operasi katarak di Banyuwangi telah menjangkau 4.502 pasien. Selain itu, lebih dari 28.624 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan mata.

Project Manager JFF Indonesia, Nyoman Wardana, melaporkan bahwa pada hari pertama kegiatan, sebanyak 488 pasien telah menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, 199 orang menerima kacamata, 120 orang mendapatkan obat tetes mata, serta delapan pasien menjalani pemasangan bola mata palsu.

Lebih lanjut, ditemukan 227 pasien katarak. Dari jumlah tersebut, 82 pasien telah menjalani operasi pada hari pertama, 116 pasien dijadwalkan operasi pada hari kedua, dan 15 pasien pada hari ketiga. Sementara itu, pasien lainnya masih harus menunggu hingga Oktober 2026 karena belum memenuhi persyaratan medis, terutama terkait tekanan darah dan kadar gula darah.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat serta masih banyaknya kasus katarak, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap dukungan dari JFF Indonesia dan para donatur dapat terus berlanjut agar kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang. (Redaksi)