Warga Banyuwangi Korban Hanyut di Sungai Garahan Jember Ditemukan Meninggal Dunia.

BANYUWANGIHITS.ID – Operasi pencarian terhadap korban hanyut di Sungai Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, resmi diusulkan untuk ditutup pada hari kelima, Kamis (30/4). Penutupan ini dilakukan setelah korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi melaporkan, korban ditemukan pada pukul 13.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Proses pencarian yang telah berlangsung selama lima hari akhirnya membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian awal.
“Korban ditemukan pada koordinat 08°11’12” S dan 113°52’50.5″ E, dengan jarak sekitar 4,8 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP). Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Soebandi Jember untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar I Made Oka Astawa.
Sebelum korban ditemukan, Tim SAR Gabungan telah memulai operasi sejak pagi hari dengan melakukan briefing pada pukul 07.00 WIB. Pencarian kemudian dilanjutkan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran sepanjang 6,1 kilometer, sementara SRU 2 menyisir sepanjang 4,2 kilometer di permukaan sungai menggunakan metode visual.
Setelah korban berhasil ditemukan, seluruh unsur SAR melaksanakan debriefing pada pukul 14.20 WIB. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk dihentikan dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Korban diketahui bernama Buyang (35), warga Dusun Krajan, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, diantaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, Polsek Sempolan, BPBD Kabupaten Jember, Koramil Sempolan, PMI Jember, SAR OPA Jember, FAJI Jember, RAPI, relawan, serta masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama pelaksanaan operasi. Sinergi dan dedikasi yang ditunjukkan menjadi kunci keberhasilan dalam misi kemanusiaan ini,” tutup Oka Astawa. (DIN/SUC)
