Tutup Iklan X

Pria 58 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kebun Durian Kedayunan Banyuwangi.

Korban diketahui berinisial SDY dalam posisi tergantung pada dahan pohon durian menggunakan tali tampar berwarna putih kekuningan. Foto: Jaenudin BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Warga Dusun Krajan, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di area kebun, Senin (30/3/2026) pagi.

Korban diketahui berinisial SDY (58), seorang buruh tani sekaligus pengelola kebun yang juga tinggal di lokasi tersebut. Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh pemilik kebun berinisial DEH (42), warga setempat.

Kapolsek Kabat bersama anggota menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 07.30 WIB terkait adanya penemuan pria dalam kondisi tergantung di pohon durian. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Banyuwangi dan tenaga medis dari Puskesmas Kabat untuk mendatangi lokasi kejadian.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati korban dalam posisi tergantung pada dahan pohon durian menggunakan tali tampar berwarna putih kekuningan. Selanjutnya, tim gabungan melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke rumah yang berada di area kebun untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis.

Baca juga :  Hindari Penyeberang Jalan, Truk Gandeng Hantam Pembatas Jalan di Giri Banyuwangi.

Peristiwa ini dibenarkan oleh sejumlah laporan media yang menyebut warga setempat sempat geger dengan penemuan korban di area kebun durian pada pagi hari.

Dari hasil pemeriksaan medis awal, ditemukan luka jerat pada bagian leher korban yang mengarah ke atas serta beberapa tanda lain yang identik dengan kasus gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Petugas juga menjelaskan kepada pihak keluarga bahwa untuk memastikan penyebab pasti kematian diperlukan tindakan lanjutan berupa autopsi. Namun, keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi.

Berdasarkan informasi dari keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sakit stroke dan sebelumnya beberapa kali sempat mencoba melakukan tindakan serupa namun berhasil digagalkan.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan keyakinan yang dianut.

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan tim medis dan Inafis guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. (DIN/SUC)