Viral Dugaan Perselingkuhan Kades Sukojati Banyuwangi, Ratusan Warga Kepung Kantor Desa Tuntut Mundur.

BANYUWANGIHITS.ID – Ratusan warga Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendatangi dan mengepung kantor desa setempat sejak Senin (6/4/2026) siang.
Aksi tersebut dipicu oleh dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Sukojati berinisial U. Situasi di kantor desa pun sempat memanas setelah beredarnya video amatir di media sosial yang memperlihatkan momen saat sang kades digerebek warga.
Hingga sore hari, warga masih bertahan di halaman kantor desa. Mereka menuntut klarifikasi secara langsung serta pertanggungjawaban dari pimpinan desa atas dugaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa yang memicu kegaduhan itu terjadi pada Jumat malam (3/4/2026). Saat itu, Kades U didapati berada di rumah seorang perempuan berstatus janda yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya.
Lukman (34), salah satu warga yang ikut dalam aksi, menyebut kecurigaan terhadap oknum kades tersebut sebenarnya sudah lama muncul di tengah masyarakat.
“Oknum kepala desa itu digerebek warga di rumah seorang janda yang tak jauh dari rumahnya sendiri. Video penggerebekannya bahkan sudah viral di media sosial,” ujar Lukman saat ditemui di lokasi aksi, Senin 6 April 2026.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan tuntutan tegas agar Kades U mengakui perbuatannya secara terbuka dan segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Kekecewaan warga semakin besar karena Desa Sukojati selama ini dikenal memiliki predikat sebagai desa percontohan antikorupsi. Warga menilai, integritas moral seorang pemimpin seharusnya sejalan dengan integritas tata kelola pemerintahan desa.
Akibat aksi tersebut, aktivitas pelayanan di kantor desa sempat terganggu. Warga bahkan menolak membubarkan diri sebelum dapat bertemu langsung dengan Kades U.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Kantor Desa Sukojati masih terpantau ramai dengan penjagaan aparat keamanan dari kepolisian dan TNI untuk mengantisipasi potensi kericuhan.
Warga menegaskan akan terus bertahan sampai ada pernyataan resmi terkait status kepemimpinan Kades U. Sementara itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dikabarkan tengah melakukan mediasi secara tertutup guna mencari solusi atas tuntutan masyarakat. (Redaksi)
