Gagal Curi Motor, Pria Diduga ODGJ Diamankan Warga di Singojuruh Banyuwangi.

BANYUWANGIHITS.ID – Aksi percobaan pencurian kendaraan bermotor menggegerkan warga Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore, 15 Januari 2026, dan sempat memicu kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy menjelaskan, kejadian bermula saat korban memarkir sepeda motor Honda Beat miliknya di teras rumah orang tuanya. Setelah itu, korban bernama Habib Ali Mustafa (48) pulang ke rumahnya sendiri yang lokasinya tidak jauh dari rumah orang tuanya tersebut.
“Korban memang sering menaruh sepeda motornya itu di teras rumah orang tuanya,” ungkapnya pada Jumat 16 Januari 2026.
Tidak berselang lama, seorang terduga pelaku tiba-tiba masuk ke teras rumah dan langsung menunggangi sepeda motor milik korban. Aksi tersebut diketahui warga sekitar yang kemudian meneriaki terduga pelaku sebagai maling.
Mendengar teriakan warga, terduga pelaku panik dan berusaha melarikan diri untuk menghindari kepungan massa. Namun, upaya pelarian itu gagal setelah warga berhasil mengamankan pria yang mengaku bernama Arjuna (45), warga Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten.
“Setelah ditangkap terduga pelaku diserahkan ke rumah kepala desa,” ungkapnya.
Mendapat laporan adanya percobaan pencurian kendaraan bermotor, petugas Polsek Singojuruh segera mendatangi rumah kepala desa dan mengamankan terduga pelaku.
“Agar tidak menjadi bulan-bulanan warga, akhirnya pria itu kami amankan di Polsek Singojuruh,” ucapnya.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, terduga pelaku memberikan keterangan yang tidak jelas dan dinilai menunjukkan perilaku seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
“Ditanyain alamatnya pun tidak jelas dan tidak dapat memberikan asal usulnya,” paparnya.
Petugas kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi untuk menelusuri identitas yang bersangkutan. Namun, setelah dilakukan pengecekan, identitas pria tersebut tidak ditemukan dalam data kependudukan.
“Karena asal-usulnya tidak jelas, maka dari itu kami serahkan ODGJ tersebut ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi,” pungkasnya. (DIN/SUC)
