Tutup Iklan X

Ipuk Ajak ASN dan Masyarakat Banyuwangi Ikut Kompetisi Inovasi Koin Wangi 2026.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi) yang ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Foto: Redaksi BanyuwangiHIts.id

BANYUWANGIHITS.ID –  Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi) yang ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Ajang ini digelar untuk mendorong lahirnya berbagai ide kreatif yang dapat menjadi arah kebijakan pembangunan daerah.

Selama ini Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang konsisten melahirkan berbagai inovasi. Bahkan sejak 2018, daerah tersebut telah delapan kali berturut-turut dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif tingkat nasional dalam ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Ajang ini bukan sekadar lomba, namun ruang kolaborasi untuk melahirkan ide-ide kreatif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Ipuk, Kamis (5/3/2026).

Ipuk menjelaskan, Koin Wangi dirancang sebagai wadah untuk menjaring talenta inovatif dari berbagai kalangan. Melalui kompetisi tersebut, pemerintah daerah berharap lahir berbagai gagasan baru yang mampu meningkatkan daya saing sekaligus mempercepat pembangunan Banyuwangi.

Kompetisi ini terbuka bagi berbagai elemen masyarakat, mulai dari ASN, tenaga pelayanan publik hingga masyarakat umum. Peserta dapat mengajukan ide inovasi yang sudah diterapkan maupun yang masih berupa konsep.

Baca juga :  Polsek Cluring Tangani Kecelakaan Motor di Desa Sembulung, Honda Vario Tabrak Batu Besar Hingga Satu Korban Meninggal Dunia.

“Ini sebagai upaya membangun ekosistem inovasi yang inklusif, di mana setiap gagasan, sekecil apa pun, memiliki ruang untuk tumbuh dan dikembangkan,” ujarnya.

Sejauh ini Banyuwangi telah menghadirkan berbagai inovasi di sejumlah sektor, seperti pelayanan publik, pariwisata, pendidikan, administrasi kependudukan, kesehatan, ekonomi, sosial hingga seni budaya. Salah satu inovasi yang dikenal luas adalah program Smart Kampung, yang menghadirkan layanan publik berbasis teknologi informasi hingga tingkat desa. Melalui program tersebut, berbagai layanan seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha, hingga layanan kesehatan dapat diakses langsung di desa melalui sistem digital.

Di sektor sosial, Banyuwangi juga memiliki program Rantang Kasih yang menyediakan makanan bergizi bagi lansia sebatang kara tiga kali sehari. Sementara di bidang pendidikan terdapat program Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang kemudian dikembangkan menjadi Sekolah Asuh Sekolah.

Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, menambahkan bahwa Koin Wangi dapat diikuti oleh individu maupun kelompok dengan jumlah maksimal tiga orang. Peserta dapat berasal dari ASN, warga yang memiliki KTP Banyuwangi, maupun kalangan akademisi seperti dosen dan pengajar.

Baca juga :  Merasa Difitnah dan Diancam, Indra Resmi Laporkan Kasus Pencemaran Nama Baik ke Polresta Banyuwangi.

“Pendaftaran dibuka mulai 1-28 Maret 2026,” ujar Yayan, sapaan akrabnya.

Kompetisi tersebut dibagi dalam dua kategori, yakni inovasi digital dan inovasi non-digital. Ruang lingkup inovasi mencakup berbagai bidang, seperti pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pertanian, pariwisata, serta sektor lain yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Inovasi yang diajukan boleh berupa ide maupun inovasi yang sudah diimplementasikan. Namun yang perlu dicatat, inovasi yang diikutkan kompetisi belum pernah memenangkan penghargaan apapun, baik tingkat lokal dan nasional,” ujar Yayan.

Penilaian dilakukan melalui akumulasi nilai proposal serta pemaparan di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan birokrasi, akademisi, dan praktisi.

“Pemenang inovasi akan mendapatkan piagam penghargaan, tropy, uang Pembinaan serta Fasilitasi Pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Hak Cipta,” tambah Yayan. (Redaksi)