Progres Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 Capai Tahap Akhir, WIKA Optimistis Rampung Maret 2026.

BANYUWANGIHITS.ID – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melaporkan perkembangan signifikan dalam pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) Paket 3. Hingga akhir Januari 2026, proyek infrastruktur strategis ini berhasil mencatatkan progres fisik sekitar 85%–90%, dengan capaian konstruksi mencapai 97,662%, menurut keterangan resmi yang diterima media pada Selasa (27/1/2026).
Tol Probowangi dirancang untuk menjadi bagian penting dari jaringan Trans-Java Toll Road yang menghubungkan wilayah timur Jawa Timur ke bagian Barat Pulau Jawa. Kehadiran tol ini diproyeksikan akan menyingkat waktu tempuh perjalanan antara Probolinggo dan Banyuwangi secara drastis dibandingkan jalur arteri eksisting. Perjalanan yang selama ini memakan waktu lebih lama diharapkan bisa dipangkas hingga 30%–50%, sekaligus menurunkan biaya logistik sekitar 10%–20% melalui efisiensi bahan bakar dan pengurangan kemacetan di jalan non-tol.
“Kondisi ini dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan kelancaran distribusi barang dan jasa di pesisir Jawa Timur,” ujar manajemen WIKA dalam rilis resminya.
Sebagai bagian dari salah satu proyek infrastruktur nasional yang memiliki peran strategis, Tol Probowangi bertujuan membuka akses yang lebih baik dari Probolinggo hingga Situbondo/Besuki, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda hingga Banyuwangi.
Manajemen WIKA menyebut bahwa pencapaian progres ini tidak lepas dari penerapan inovasi teknologi dan solusi rekayasa teknik, termasuk penggunaan Building Information Modeling (BIM) untuk memastikan ketepatan perencanaan serta integrasi desain dengan kondisi lapangan. Selain itu, pemanfaatan drone dan pemetaan 3D turut mendukung survei geoteknik yang lebih presisi, terutama di segmen medan perbukitan dan variasi kondisi tanah yang menantang.
“Selain itu, pemanfaatan drone dan pemetaan 3D digunakan untuk mendukung survei geoteknik yang presisi, khususnya pada segmen dengan karakteristik medan perbukitan dan variasi kondisi tanah,” ungkap manajemen WIKA.
Dalam pelaksanaan konstruksi, WIKA juga menerapkan beragam engineering solutions, seperti formwork modular, teknologi pemadatan tanah modern, serta metode kerja terintegrasi dan paralel yang mempercepat progres tanpa mengorbankan standar kualitas dan keselamatan.
Sebagai bagian dari transformasi digital konstruksi, WIKA mengintegrasikan digitalisasi di seluruh fase proyek melalui BIM, remote sensing berbasis drone, serta sistem manajemen proyek berbasis digital. Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan efektivitas kolaborasi antara desain dan pelaksanaan lapangan, serta meminimalkan potensi gangguan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Manajemen WIKA menyatakan optimistis bahwa Tol Probowangi Paket 3 akan selesai pada Maret 2026 dan dioperasikan secara fungsional pada musim mudik Lebaran, sehingga memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat serta mendukung pergerakan ekonomi di kawasan timur Jawa. (Redaksi)
