Tutup Iklan X

Bunga Desa di Purwoharjo, Bupati Ipuk Serap Aspirasi Warga hingga Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa.

Bupati Banyuwangi turun langsung ke desa-desa untuk berdialog langsung dengan warga dan perangkat desa dengan program Bunga Desa yang kali ini bertempat di Kecamatan Purwoharjo. Foto: Redaksi BanyuwangiHits.id

BANYUWANGIHITS.ID – Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang digagas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sejak awal masa jabatannya pada 2021 terus menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat. Melalui program ini, Ipuk secara rutin turun langsung ke desa-desa untuk berdialog dengan warga dan perangkat desa guna mengetahui kebutuhan riil sekaligus merumuskan solusi.

Seperti yang dilakukan saat kunjungan Bunga Desa di Kecamatan Purwoharjo. Tiga desa yang disambangi yakni Desa Kradenan, Desa Purwoharjo, dan Desa Glagahagung. Dalam kegiatan tersebut, Ipuk bertemu langsung dengan warga, kepala desa, serta perangkat desa setempat.

Dialog berlangsung santai di sebuah warung desa yang berada di tengah hutan jati. Dalam suasana tersebut, para pimpinan desa tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur jalan, kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang akibat El Nino, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Salah satu yang disampaikan adalah Kepala Desa Purwoharjo, Fauzi Amurullah, yang menanyakan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang.

Baca juga :  Sapi Tercebur ke Sumur 12 Meter di Blimbingsari, Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Selamat.

Sementara itu, Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti, memaparkan upaya desanya dalam mendorong kemandirian ekonomi bagi lulusan SMA melalui program pemberdayaan.

“Sebagai kepala desa, kami harus mampu menggali potensi pemuda kita agar taraf hidup mereka meningkat. Bagi yang sudah kuliah mungkin bisa mencari jalan sendiri, namun bagi yang lulusan SMA, kami arahkan ke pemberdayaan produktif seperti ternak kambing dan pertanian buah naga,” ujar Mimin pada Jumat 30/4/2026.

“Alhamdulillah, sudah ada bukti nyata di Glagahagung. Anak yang awalnya kesulitan ekonomi, kini bisa lanjut kuliah berkat program ternak ini,” ungkapnya.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa program Bunga Desa dirancang sebagai wadah untuk menghimpun berbagai persoalan yang dihadapi desa.

“Ada yang langsung bisa kami eksekusi, ada juga yang penyelesaiannya secara bertahap. Sebaliknya juga, dengan bertatap langsung seperti ini memudahkan kami dalam menjelaskan kebijakan pemkab,” jelas Ipuk.

Dalam setiap pelaksanaan Bunga Desa, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menghadirkan beragam layanan langsung kepada masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi yang dipusatkan di balai desa.

Baca juga :  Nelayan Kecamatan Muncar Berburu Kerang Hijau Saat Air Surut, Jadi Sumber Penghasilan Alternatif.

Saat pelaksanaan di Desa Kradenan, kegiatan diawali dengan sarasehan kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta dengan menghadirkan psikiater. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan penyakit dalam secara gratis dengan melibatkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG) serta dokter spesialis jantung (SpJP).

“Dengan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis ini, masyarakat yang butuh penanganan atau rujukan bisa langsung tertangani,” kata Ipuk.

Selain berdialog dan memberikan layanan, Ipuk juga menyempatkan diri mengunjungi warga yang mengalami kelumpuhan akibat jatuh dari pohon. Ia pun menginstruksikan pemerintah desa bersama puskesmas setempat untuk memberikan pendampingan berupa terapi rutin bagi warga tersebut. (Redaksi)