Tutup Iklan X

BMKG Imbau Warga Banyuwangi Siaga Cuaca Ekstrem Hujan Lebat & Angin Kencang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang diperkirakan akan melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Foto: @infobmkgjuanda

BANYUWANGIHITS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang diperkirakan akan melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya hingga 20 Januari 2026. Peringatan ini disampaikan kepada masyarakat karena risiko bencana hidrometeorologi semakin meningkat.

Menurut BMKG, cuaca ekstrem seperti hujan deras yang disertai petir, angin kencang, puting beliung, serta hujan es dapat memicu ancaman bencana seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor jika intensitas hujan meningkat secara signifikan.

“Saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (12/1/2026).

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan risiko cuaca buruk kali ini dipengaruhi oleh beberapa kondisi atmosfer, termasuk aktifnya Monsun Asia, pola konvergensi angin serta gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur. Kondisi suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih tinggi, serta atmosfer lokal yang labil, turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan deras.

Baca juga :  Polresta Banyuwangi Gelar Upacara Kenaikkan Pangkat 109 Personel dan 9 Purna Bhakti.

Dengan ancaman cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama sekitar 10 hari, BMKG Juanda mengimbau seluruh masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba. Peringatan ini juga khusus ditujukan bagi wilayah yang memiliki topografi curam, bergunung, atau bertingkat, karena daerah tersebut berisiko mengalami dampak serius.

“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” ujar Taufiq.

BMKG pun menekankan pentingnya memantau informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi dan layanan peringatan dini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi selama periode hujan ekstrem ini berlangsung. (Redaksi)