Dinkes Banyuwangi Terima 60 Ribu Susu Pendamping untuk Percepat Penyembuhan Pasien TBC.

BANYUWANGI — Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi menerima bantuan sebanyak 60 ribu sachet susu pendamping untuk pasien tuberkulosis (TBC/TB paru) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Bantuan ini menjadi bagian dari pilot project nasional yang bertujuan mendukung percepatan penyembuhan pasien TBC di daerah ini.
Program susu pendamping ini merupakan salah satu langkah prioritas yang digulirkan oleh Kemenkes untuk mempercepat proses penyembuhan pasien TBC melalui dukungan nutrisi tambahan.
“Ini merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan untuk mempercepat penyembuhan pasien TBC,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (29/1/2026).
Ipuk menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mengupayakan perhatian penuh terhadap kesehatan masyarakat, termasuk penanganan kasus TB paru. Ia menyebut jumlah kasus TBC di Banyuwangi mengalami kenaikan dari 2.940 kasus di tahun 2024 menjadi 3.057 kasus di tahun 2025.
“Semoga ini menjadi pelengkap penanganan TBC selama ini. Selain pengobatan kami juga terus mendorong pengendalian penyakit dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi terkait sanitasi, air bersih, dan gizi seimbang, kami terus gencarkan,” kata Ipuk.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa bantuan tersebut dikirim dalam 1.000 dus, dengan masing-masing dus berisi 60 sachet susu formula khusus yang terbuat dari bahan susu kambing dan ekstrak kurma berkualitas.
“Bantuan dari Kemenkes sudah kami terima secara bertahap sejak pertengahan Januari. Total ada 60 ribu sachet susu yang dikemas dalam 1000 dus,” kata Amir.
Susu pendamping ini nantinya akan dibagikan kepada pasien TBC yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah dan sedang menjalani pengobatan dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
“Setiap pasien akan menerima 60 sachet susu untuk kebutuhan satu bulan. Dengan tambahan nutrisi ini, harapannya kondisi fisik pasien semakin kuat sehingga meningkatkan keberhasilan pengobatan TB yang sedang mereka jalani,” ungkap Amir.
Distribusi susu pendamping bagi pasien TB paru telah dilakukan ke seluruh puskesmas se-Banyuwangi dan akan segera disalurkan kepada pasien yang memenuhi kriteria penerima.
“InshaAllah awal Februari mulai kita lakukan penyaluran kepada pasien melalui puskesmas-puskesmas,” ujar Amir.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka kesembuhan pasien TBC di Kabupaten Banyuwangi dapat meningkat secara signifikan. Saat ini, capaian tingkat kesembuhan berada di angka sekitar 88 persen, dan melalui pendampingan nutrisi tambahan diharapkan bisa meningkat hingga 95 persen. (Redaksi)
